Fakta Menarik Tentang Solo

Asal-usul Nama Jebres, Kecamatan di Solo yang Paling Ramai, Ada Dua Versi Belanda dan Lokal

ampai saat ini asal-usul nama Jebres hingga bisa menjadi satu kecamatan di Solo masih misterius.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com
IKON JEBRES - Tower UNS yang baru selesai dikerjakan berada di Jalan Ir Sutami Kentingan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Senin (3/1/2022). Beginilah asal-usul nama Kecamatan Jebres. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jebres adalah nama kecamatan di Kota Solo yang terletak di bagian timur. 

Wilayah kecamatan di Jebres ini mayoritas berbukit-bukit dan hampir semua pemakaman di kota Surakarta terletak di kecamatan ini.

Jebres juga terkenal karena di sini berdiri ikon-ikon Kota Solo seperti Universitas Sebelas Maret, Institut Seni Indonesia, Lembaga Pendidikan Belarina Privat, Stasiun Solo Jebres, Perumnas Mojosongo, Taman Wisata Jurug, Pasar Gede Harjonagoro, serta Makam Pahlawan Kusuma Bhakti.

Baca juga: Asal-usul Desa Bekonang di Sukoharjo, Ada Kisah Kiai Konang yang Legendaris

Di Jebres juga terdapat berbagai kegiatan industri, sehingga membuat kecamatan satu ini terlihat sibuk dibanding kecamatan-kecamatan lainnya.

Asal-usul Nama Jebres

Sampai saat ini asal-usul nama Jebres hingga bisa menjadi satu kecamatan di Solo masih misterius.

Meski demikian, ada dua versi asal-usul Kecamatan Jebres yang paling terkenal.

1. Versi Kolonial: Nama dari Pengusaha Belanda

Sebagian masyarakat percaya bahwa nama Jebres berasal dari nama seorang pengusaha Belanda bernama Victor J. Pressen, pemilik pengolahan keju bernama Victory.

Nama "Jebres" diduga merupakan perubahan fonetik dari nama J. Pressen atau bahkan berasal dari istilah Belanda seperti Land Forest atau Lanfres, yang kemudian diucapkan menjadi "Jebres" oleh lidah lokal.

Pendapat ini diperkuat oleh catatan kehadiran tokoh-tokoh Belanda di masa kolonial yang memang aktif dalam sektor industri di wilayah Surakarta, termasuk pengolahan hasil pertanian dan peternakan.

Baca juga: Asal-usul Waduk Cengklik yang Kini Jadi Wisata Hits di Boyolali, Warisan Belanda dari 1926

2. Versi Lokal: Jejak Pahlawan Ki Demang Jebres

Versi lain yang tak kalah menarik dan lebih lekat dengan narasi perjuangan lokal datang dari kisah Ki Demang Jebres.

Menurut informasi dari akun Instagram @kanjengnuky, Jebres diambil dari nama tokoh bernama Mbah Demang Jebres yang makamnya kini berada di kawasan Pedaringan, Surakarta.

Ki Demang Jebres dikenal sebagai kepala telik sandi (intelijen) dari pasukan Pangeran Diponegoro.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved