Eks Kepala BIN Hendropriyono Minta Publik Tak Hujat Hercules, Ungkit Jasanya Pernah Bantu Negara

AM Hendropriyono mengatakan Hercules adalah seorang anak bangsa yang juga memiliki jasa terhadap bangsa ini.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM - Eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, turut memberikan tanggapannya soal perseteruan Hercules dengan sejumlah purnawirawan TNI.

Perseteruan Hercules dan purnawirawan TNI memang beberapa waktu belakangan jadi sorotan publik.

Hercules menerima banyak kritikan atas perkataannya yang disebut-sebut menantang purnawirawan TNI.

Baca juga: Terungkap Alasan Hercules Pilih Minta Maaf ke Sutiyoso, Singgung Rekam Jejak Bang Yos di Kopassus

AM Hendropriyono sendiri memilih netral dan menanggapi secara berimbang.

Bagaimanapun kata dia, Hercules adalah seorang anak bangsa yang juga memiliki jasa terhadap bangsa ini.

"Hercules seperti halnya juga setiap orang Indonesia adalah anak bangsa kita, dia dulu juga sebagai TBO (Tenaga Bantuan Operasi), kemudian partisan, itu ikut bahu-membahu bersama kita melaksanakan tugas negara. Waktu itu di Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste," ujar Hendropriyono seperti dikutip dari Kilat Media yang tayang di YouTube pada Sabtu (4/5/2025). 

BARET MERAH - Kolase foto Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), Hercules Rosario Marshal di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (15/6/2023), dengan Sutiyoso di Menteng, Jakarta, Jumat (19/1/2024). Hercules ungkap alasan pilih minta maaf kepada Sutiyoso.
BARET MERAH - Kolase foto Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), Hercules Rosario Marshal di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (15/6/2023), dengan Sutiyoso di Menteng, Jakarta, Jumat (19/1/2024). Hercules ungkap alasan pilih minta maaf kepada Sutiyoso. (Hercules (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI), Sutiyoso (KOMPAS.com/ Tatang Guritno) dan latar anggota Grib Jaya (Youtube Grib Jaya Jakarta))

Hendropriyono juga meminta masyarakat tak membully pria bernama asli Rosario de Marshall tersebut.

Sebab menurutnya, perundungan terhadap Hercules sama saja membunuhnya secara perdata. 

"Kalau terus kita ramai-ramai menghujat, semuanya langsung ikut pro dan kontra pada nge-bully itu kan namanya membunuh secara perdata," ujarnya.

Baca juga: Beda Sikap Hercules, Minta Maaf ke Sutiyoso, Tapi Tantang Gatot Nurmantyo: Saya Tidak Takut Anda

Dia lantas menyinggung saat konflik pecah sehingga Timor Leste menjadi negara merdeka, banyak orang yang pindah ke sana berganti kewarganegaraan. 

Meski demikian, Hercules tetap setia kepada Republik Indonesia.

"Dalam kebersamaannya dengan kita di medan pertempuran, itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung, dia kan orang berkaki buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu," katanya.

Panglima Kodam Jayakarta pada tahun 1993-1994 tersebut pun meminta agar Hercules memperbaiki dirinya agar tidak berulah seperti seorang preman. 

Namun, ia juga mengingatkan semua anak bangsa untuk menginstropeksi diri.

"Dia jadi kayak begini kan akibat dari kita, kondisi masyarakat kita secara sosial ekonomi, akhlak kejiwaan, rasa kebangsaan, rasa profesionalisme kita membentuk dia. Kok, jadi seperti ini. Di mana salahnya? Ini lah yang harus kita pikirkan untuk memperbaiki dan rasanya dia itu patut merubah organisasinya menjadi bagaimana yang diharapkan oleh para purnawirawan semua dan rakyat," pungkasnya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved