Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Sate Kambing Pak Gino yang Legendaris di Klaten, Dirintis Setelah Gempa Jogja 2006

Rasa Sate Kambing Pak Gino sudah cukup terkenal di Klaten selama hampir dua dekade.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunjogja.com/Ardhike Indah
KULINER LEGENDARIS KLATEN - Pak Gino memasak sate kambing dan tengkleng untuk konsumen menggunakan tungku. Tenda Sate Kambing Pak Gino di Jalan Pemuda Selatan, Tegalyoso, Klaten, buka mulai jam 15:00-23:00 WIB. Foto diambil Rabu, (18/10/2023) Begini sejarah Sate Kambing Pak Gino yang legendaris. 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tak sulit menemukan warung makan sate kambing.

Namun, hanya ada beberapa yang bisa bertahan sekian lama.

Salah satunya adalah Sate Kambing Pak Gino.

Baca juga: Sejarah Sego Kuning Mbok Sriwi, Kuliner Legendaris Wonogiri Sejak 1965, Buka di Waktu Tertentu

Warungnya terletak di sekitar Jalan Pemuda Selatan, Tegalyoso, Klaten, dekat kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DinsosP3AKB).

Lapak kaki lima ini buka mulai pukul 15:00-23:00 WIB.

Rasa Sate Kambing Pak Gino sudah cukup terkenal di Klaten.

Bahkan pejabat Pemkab Klaten menjadi langganannya.

Baca juga: Sejarah Pindang Kambing Mbok Sinem yang Legendaris di Wonogiri, Resep Bertahan Sejak Tahun 1988

Sejarah Sate Kambing Pak Gino

Bermula dari kecintaan pada dunia kuliner, pasangan Gino dan Rondhiyah, warga Tonggalan, Klaten Tengah, menjadikan hobi memasak mereka sebagai ladang rezeki.

Tak disangka, usaha berjualan sate kambing muda yang dimulai sepekan setelah gempa bumi 27 Mei 2006 justru berkembang pesat dan kini menjadi salah satu kuliner legendaris di Klaten.

Gino bersama sang istri kompak melayani pembeli yang datang silih berganti.

Baca juga: Sejarah Lesehane Mbah Pine Sragen, Nasi Trancamnya Sudah Terkenal Sejak Tahun 1993

Siapa sangka, usaha yang lahir di tengah masa sulit pasca-gempa justru menjelma menjadi destinasi kuliner favorit warga lokal hingga luar kota.

Awalnya hanya menjual sate dan tongseng kambing muda, kini Gino menambahkan beragam menu baru seperti nasi goreng kambing, tengkleng kuah, tengkleng gongso, hingga sate goreng.

Semuanya diolah dengan resep khas keluarga yang menjamin rasa maknyus dan halal.

Rondhiyah menyebut, inovasi menu dilakukan agar pelanggan tidak bosan.

Apalagi, banyak pelanggan yang menghendaki rasa pedas atau penyajian spesial sesuai selera.

Harga yang ditawarkan di warung makan ini juga cukup terjangkau.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved