Kirab Malam 1 Suro di Solo
Mitos atau Fakta? Pusaka Raja Disebut Bikin Kirab Malam 1 Suro di Keraton Solo Jarang Turun Hujan
Mbak Rara menerangkan adanya mitos atau kepercayaan bahwa salah satu pusaka milik PB XIII memiliki kekuatan untuk menolak hujan.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Cuaca cerah menyelimuti Kota Solo di momen pergantian tahun dalam penanggalan Jawa.
Tepatnya pada saat komen tradisi perayaan Malam 1 Suro yang digelar oleh Keraton Kasunanan Solo, Kamis (26/6/2025) malam ini.
Padahal di hari sebelumnya hujan gerimis sempat melanda kota Solo.
Cerahnya cuaca pada Malam 1 Suro di momen Keraton Solo menggelar tradisi untuk memperingati pergantian tahun ini disebut karena adanya pengaruh salah satu pusaka milik Raja Keraton Solo, SISKS Pakubuwono (PB) XIII.
Mitos tersebut diungkap oleh salah satu figur yang dikenal berprofesi sebagai Pawang Hilang.
Sosok tersebut adalah Raden Rara Istiati Wulandari atau yang akrab disapa Mbak Rara.
Ditemui di Keraton Solo, Mbak Rara menerangkan adanya mitos atau kepercayaan bahwa salah satu pusaka milik PB XIII memiliki kekuatan untuk menolak hujan.
Pusaka tersebut juga disebut Mbak Rara selalu tak luput diarak pada saat prosesi Kirab Pusaka.
Dan pusaka yang dimaksud oleh Mbak Rara adalah sejumlah tombak milik raja yang memiliki kelebihan untuk menolak hujan.
"Sebenarnya kalau di Keraton (Solo) itu ada beberapa tombak. Sebenarnya memang tidak ada (pusaka) khusus untuk menolak hujan," ungkap Mbak Rara.

Bahkan pusaka tombak tersebut sangat membantu bagi orang-orang yang berprofesi sebagai Pawang hujan seperti dirinya.
Baca juga: Cerita Pawang Hujan Mbak Rara, Tak Pernah Absen Ikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Solo
Hal itu tak lain karena energi pusaka milik raja tersebut diyakini oleh Mbak Rara bisa menambah kemampuan pawang hujan.
"Tapi ketika tombak dikeluarkan itu energi alam semesta menyebar dan bisa jadi kuat powernya jadi secara spiritual bagus untuk pawang hujan," pungkasnya.
(*)
Mbak Rara, Pawang Hujan Klaim Turunan Keraton Solo, 6 Tahun Terakhir Rutin Ikut Kirab Malam 1 Suro |
![]() |
---|
Filosofi Pusaka dalam Kirab Malam 1 Suro di Keraton Solo, Jumlahnya Selalu Berbeda Tiap Tahun |
![]() |
---|
Warga Kecewa Tak Diizinkan Masuk Pura Mangkunegaran Solo, Sindir Tradisi Hanya untuk Kalangan Elit |
![]() |
---|
Miliki Arti Mendalam, Ini Makna Bulan Suro Bagi Keraton Solo dan Masyarakat Jawa |
![]() |
---|
Cerita Pawang Hujan Mbak Rara, Tak Pernah Absen Ikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Solo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.