Pria Boyolali Hamili Bocah 12 Tahun

Kondisi Terkini Bocah 12 Tahun di Boyolali, Korban Rudapaksa hingga Hamil 6 Bulan

‎‎Gadis yang baru saja lulus dari sekolah dasar ini menjadi korban rudapaksa hingga kini tengah mengandung 6 bulan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Tribunjateng.com
MENGANDUNG - Ilustrasi hamil. Nasib tragis menimpa X, bocah perempuan berusia 12 tahun asal Boyolali.‎ Gadis yang baru saja lulus dari sekolah dasar ini menjadi korban rudapaksa hingga kini tengah mengandung 6 bulan. 

‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Nasib tragis menimpa X, bocah perempuan berusia 12 tahun asal Boyolali.

‎‎Gadis yang baru saja lulus dari sekolah dasar ini menjadi korban rudapaksa hingga kini tengah mengandung 6 bulan.

‎‎Kasus ini telah ditangani jajaran Polres Boyolali yang bergerak cepat membekuk pelaku berinisial DPA (23).

‎‎Pria asal Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo itu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

‎‎Peristiwa memilukan ini langsung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

‎‎Upaya perlindungan dan pemulihan terhadap korban terus dilakukan, terutama menyangkut kesehatan fisik dan mental korban yang masih anak-anak.

‎‎Sekretaris Desa Winong, Bayu Sulistyo mengatakan pihak desa telah melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk pemantauan rutin terhadap kondisi X.

‎‎“Kita sudah koordinasi dengan bidan desa dan puskesmas. Sudah ada kunjungan, sudah ada pemeriksaan itu rutin,” jelas Bayu.

‎‎Tak hanya pemantauan medis, pendampingan psikologis juga diberikan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali.‎

‎"Sudah hampir dua bulan lalu kita berikan pendampingan," ujar Ratri S Survivalina dari DP2KBP3A Boyolali.

Baca juga: Cuma Janji Palsu! Pria Beristri di Boyolali yang Hamili Bocah Tak Buktikan Koar-koar Tanggung Jawab

‎‎Menurut Ratri, meskipun mengalami peristiwa traumatis, kondisi psikologis X saat ini masih stabil.

‎‎Dia tidak menunjukkan tanda-tanda depresi atau gangguan psikis berat.

‎‎“Saat ini emosinya masih stabil. Kita dampingi biar sekolahnya selesai (lulus SD). Termasuk pendidikan menengahnya nanti,” lanjutnya.

‎‎Ratri menegaskan pihaknya akan terus mengupayakan pemenuhan hak-hak anak bagi X, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun hak sebagai seorang ibu.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved