Sosok Totok Sudaryanto, Pendiri Komunitas Gila Selingkuh Boyolali: Bukan Bahas Pasangan, tapi Sungai

Di Boyolali ada komunitas unik, adalah Gila Selingkuh. Ini bukan merujuk pada pasangan. Namun, pencita sungai.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Istimewa
TURUN KE LAPANGAN. Komunitas Gila Selingkuh Pengging, Boyolali saat membersihkan sungai di wilayah Banyudono. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Inilah Totok Sudaryanto

Warga Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali

Sudah hampir separuh waktunya dihabiskan bersama sungai. 

Bukan untuk mencari ikan, bukan pula untuk bersantai, tapi untuk membersihkannya. 

Hampir setiap sore, dia turun ke aliran sungai yang ada ada di sebelah barat Alun-alun Pengging memunguti sampah satu per satu.

Plastik kresek, botol minuman, sisa popok bayi, bahkan bangkai hewan, semua pernah ditemui dan dikeluarkan dari sungai.

Tak hanya sampah di dalam sungai, bibir dan tanggul sungai dia persolek.

Rumput tinggi, dibabat habis dengan mesin.

"Hampir setiap hari. Paling minim itu seminggu 5 hari untuk bersihkan sungai," kata Totok.

Diawal-awal  kebiasaannya tak jarang orang-orang  aneh. 

Ada yang menyapaku dengan sinis, ada juga yang hanya geleng-geleng kepala.

“Totok itu kok kayak orang gila, tiap hari bersihin sungai sendirian," ucapnya menirukan perkataan orang lain saat itu.

 Dia pun tak menggubrisnya.

"Kalau mencintai lingkungan dianggap gila, ya biarlah aku gila. Tapi gila yang membawa waras," katanya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved