Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Penusukan Driver Ojol di Kartasura

Motif Remaja di Sukoharjo Gelap Mata Sampai Tikam Driver Ojol, Tak Punya Uang untuk Bayar Kontrakan

Pelaku mengaku nekat melakukan penusukan karena terdesak kebutuhan hidup, terutama untuk membayar biaya kontrakan rumah yang sudah jatuh tempo.

|
Tribunsolo.com/Tribun Banten
NEKAT TIKAM DRIVER OJOL - Ilustrasi penusukan. Motif di balik aksi penusukan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang terjadi Senin (21/7/2025) pagi akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan remaja berusia 16 tahun mengaku nekat melakukan penusukan karena terdesak kebutuhan hidup, terutama untuk membayar biaya kontrakan rumah yang sudah jatuh tempo. 

Ia menjelaskan pelaku merupakan anak di bawah umur yang berusia sekitar 16 tahun.

"Saat ini anak berhadapan dengan hukum sudah kami amankan, dan nanti setelah pemeriksaan sudah lengkap segera kami limpahkan ke Polres Sukoharjo ke PPA karena masih di bawah umur," terangnya. 

Baca juga: Terima Orderan, Driver Ojol Ini Malah Ditikam di Gumpang Sukoharjo, Begini Kronologinya

Sebelumnya, aksi penusukan menimpa korban bernama Taufik, seorang driver ojek online, yang menerima orderan dari seorang calon penumpang di sebuah rumah kontrakan di Desa Makamhaji.

Setibanya di lokasi, pelaku meminta korban membantu mengangkat sebuah lemari kecil.

Namun secara tiba-tiba, pelaku mengeluarkan pisau dapur dan menusuk bagian belakang leher korban. 

Usai kejadian, pelaku langsung kabur sementara korban dilarikan ke RS UNS Kartasura untuk mendapatkan perawatan intensif.

Deretan Kasus Korban Kekerasan Driver Ojek Online di Sukoharjo 

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi lokasi sejumlah insiden kekerasan terhadap pengemudi ojek online (ojol).

DRIVER OJOL - Ilustrasi driver ojol yang tetap narik di saat KLB Corona di Solo saat mengambil orderan di kawasan Manahan, Kota Solo, Selasa (17/3/2020).
DRIVER OJOL - Ilustrasi driver ojol yang tetap narik di saat KLB Corona di Solo saat mengambil orderan di kawasan Manahan, Kota Solo, Selasa (17/3/2020). (TribunSolo.com/Ryantono Puji)

Para pelaku menggunakan berbagai modus, mulai dari pesanan fiktif hingga serangan tiba-tiba, yang menyebabkan korban mengalami luka serius bahkan kerugian harta benda.

Berikut rangkuman tiga kasus kekerasan terhadap driver ojol yang sempat menghebohkan publik dan menjadi perhatian aparat penegak hukum:

1. Driver Go-Jek Dibegal di Persawahan Duwet, Baki

Pada 8 Juni 2021, seorang driver Go-Jek bernama Yadi Raharjo (56), warga Klaten, menjadi korban begal saat mengantar penumpang dari Terminal Tirtonadi Solo menuju Dukuh Daleman, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Modusnya, pelaku memesan ojek secara offline dan meminta korban memutar balik menuju area persawahan. Di lokasi yang sepi, pelaku melancarkan aksinya dengan merampas tas korban berisi uang Rp900.000, handphone, dan motor. Korban juga mengalami luka di pelipis akibat dipukul dengan benda tumpul.

Kasus ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi ojek online karena pelaku berpura-pura sebagai penumpang biasa. Beruntung, polisi berhasil menangkap pelaku beberapa hari kemudian.

2. Percobaan Perampokan Sopir GrabCar di Grogol

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved