Ikan Asin Berformalin di Pasar Legi

Ada Temuan Ikan Asin Berformalin Beredar di Pasar Legi Solo, 9 Sampel Positif

Sejumlah penampakan kasat mata bisa dijadikan acuan agar masyarakat bisa lebih selektif dalam memilih bahan pangan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
PASAR LEGI - Ilustrasi suasana di Pasar Legi Solo. Badan Pangan Nasional menemukan ikan asin berformalin di Pasar Legi saat menggelar inspeksi mendadak, Rabu (30/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Pangan Nasional menemukan ikan asin berformalin di Pasar Legi saat menggelar inspeksi mendadak, Rabu (30/7/2025). 

Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto memperingatkan bahayanya jika makanan ini dikonsumsi terus menerus.

“Jangan menggunakan formalin. Formalin itu buat mayat bukan buat manusia. Itu akan menyebabkan kanker. Salah satu penyebab kanker karena mengkonsumsi formalin dalam jumlah besar dan terus-menerus,” ungkapnya.

Menurutnya, komoditas ini merupakan komoditas penting sehingga perlu diawasi secara ketat peredarannya.

“Ikan asin ini komoditas rakyat. Dibeli rakyat dalam jumlah besar. Itu dikonsumsi oleh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Ada 9 sampel positif mengandung formalin
TEMUAN IKAN ASIN BERFORMALIN - Badan Pangan Nasional menemukan ikan asin berformalin di Pasar Legi saat menggelar inspeksi mendadak, Rabu (30/7/2025). Ada 9 sampel positif mengandung formalin.

Meski begitu, pihaknya tak menerapkan sanksi bagi para pedagang yang menjual ikan asin berformalin. 

Pihaknya akan melacak dari mana ikan asin berformalin ini berasal sehingga bisa dihentikan peredarannya.

“Ikan asin di beberapa titik terindikasi mengandung formalin dan konsentrasinya cukup besar. Kita berikan alternatif beberapa langkah pedagangnya kita edukasi. Sumber pemasoknya kita atur. Di sini hanya menjual. Produsennya bisa dari tempat lain. Kita akan arahkan produsen menggunakan sistem pengolahan yang baik,” terangnya.

Baca juga: BPOM Awasi Langsung Makan Bergizi Gratis di Solo, Antisipasi Zat Berbahaya Formalin hingga Borax

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Solo Eko Nugroho Isbandijarso menjelaskan pihaknya menemukan 9 sampel positif mengandung formalin.

Pihaknya memberikan penanda agar masyarakat tidak mengkonsumsi bahan pangan mengandung zat berbahaya ini.

“9 positif 5 negatif. Ada penempelan stiker warna merah yang positif kalau yang hijau tidak mengandung formalin,” jelasnya.

Meski kandungan ini perlu diuji laboratorium, sejumlah penampakan kasat mata bisa dijadikan acuan agar masyarakat bisa lebih selektif dalam memilih bahan pangan.

“Kalau formalin lebih putih lebih agak keras. Lebih awet dari pada yang tidak berformalin. Diharapkan bagi masyarakat memilih ikan asin yang tidak berformalin. Agak lebih coklat tidak putih. Sementara ini baru himbauan,” terangnya.

Mengenal Pasar Legi Solo

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved