Ikan Asin Berformalin di Pasar Legi

Ada Temuan Ikan Asin Berformalin Beredar di Pasar Legi Solo, 9 Sampel Positif

Sejumlah penampakan kasat mata bisa dijadikan acuan agar masyarakat bisa lebih selektif dalam memilih bahan pangan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
PASAR LEGI - Ilustrasi suasana di Pasar Legi Solo. Badan Pangan Nasional menemukan ikan asin berformalin di Pasar Legi saat menggelar inspeksi mendadak, Rabu (30/7/2025). 

Pasar Legi Solo merupakan salah satu pasar tradisional terbesar dan tertua di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Terletak di Jalan S. Parman, Banjarsari, pasar ini telah menjadi pusat aktivitas perdagangan sejak zaman kolonial dan kini tetap menjadi denyut nadi ekonomi rakyat.

Pasar Legi dikenal sebagai sentra perdagangan sembako, bahan pangan, tekstil, dan barang kebutuhan pokok lainnya.

Ribuan pedagang menempati kios, los, dan lapak di pasar yang setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Solo Raya.

Setelah mengalami kebakaran besar pada tahun 2018, Pemerintah Kota Solo melalui Kementerian PUPR membangun kembali Pasar Legi menjadi lebih modern tanpa menghilangkan nuansa tradisionalnya.

Revitalisasi ini selesai pada tahun 2021 dengan bangunan baru yang terdiri dari empat lantai, dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik seperti toilet bersih, lift, tangga darurat, area parkir yang luas, dan tata kelola sampah yang lebih tertib.

Revitalisasi Pasar Legi merupakan bagian dari upaya memperkuat perekonomian rakyat dan memperbaiki citra pasar tradisional agar tetap bersaing dengan ritel modern.

Meski telah direnovasi, Pasar Legi tetap mempertahankan semangat tradisional. Banyak pedagang yang telah berjualan turun-temurun selama puluhan tahun.

Selain itu, harga barang yang relatif terjangkau dan suasana yang akrab menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Solo dan sekitarnya.

Dengan luas area sekitar 33.000 meter persegi dan ribuan unit kios yang aktif, Pasar Legi terus beradaptasi dengan perubahan zaman. 

Pasar Legi kini tak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi ikon keberlanjutan pasar tradisional di tengah era digital dan modernisasi.

Pasar ini membuktikan bahwa kearifan lokal dan inovasi bisa berjalan beriringan untuk mendukung ekonomi rakyat.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved