Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Ibu dan Anak di Sragen Penderita Tumor

Kehidupan Ibu dan Anak Warga Desa Cemeng Sragen Idap Tumor, Belum Punya Rumah, Numpang Tempat Kakak

Diketahui, tumor tumbuh pada mata dan tangan Poniyem, sementara sang putri, tumbuh tumor besar pada wajah, hampir menutupi wajah cantik Cahaya.

Tribun Solo / Septiana Ayu
BERI BANTUAN. Jajaran Polsek Sambungmacan datangi Poniyem dan Cahaya, warga Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen yang mengidap tumor, Selasa (29/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Poniyem (47) dan Cahaya (12) warga Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen kini tengah sama-sama berjuang melawan tumor yang diidap.

Diketahui, tumor tumbuh pada mata dan tangan Poniyem, sementara sang putri, tumbuh tumor besar pada wajah, bahkan hampir menutupi wajah cantik Cahaya.

Baca juga: Kisah Trenyuh Poniyem dan Cahaya, Ibu Anak di Sragen yang Sama-sama Berjuang Lawan Tumor

Poniyem menceritakan tumor yang mereka idap, bukan tumor ganas, dan tidak sakit.

Tumor adalah benjolan atau pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada tubuh.

Tumor bisa bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker).

Biasanya tumor jinak tumbuh lambat dan tidak menyebar ke jaringan lain.

Mereka bisa beraktivitas normal, bahkan Cahaya terkenal dengan anak yang aktif.

Kini, Poniyem tidak bekerja, dan kesehariannya diisi dengan memelihara ayam.

"Saya tidak kerja, cuma saya memelihara ayam Jawa, dulu pernah memelihara kambing, namun pas ada penyakit hewan, kambing mati semua, yang sakit dijual," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (29/7/2025).

"Untuk makan sehari-hari dapat bantuan dari orang, dikasih sama orang, juga dapat beras dari Basnaz setiap bulan 5 kilogram," tambahnya.

Untuk berobat, menurut Poniyem biayanya berasal dari jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah.

Poniyem dan putrinya beberapa kali menjalani operasi di RSUD dr. Meowardi Solo.

Poniyem operasi tumor pada bagian mata, sementara Cahaya sudah dioperasi sejak umur 8 bulan, karena tumor yang tumbuh menekan otaknya, lalu operasi kedua dilaksanakan belum lama ini, untuk mengeluarkan cairan pada kepala.

Kini, Poniyem dan Cahaya tinggal menumpang di rumah kakak Poniyem.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved