Bendera One Piece di HUT RI

Bendera One Piece di Solo Raya: Mural Dihapus, Bendera Diturunkan, Rumah Didatangi Aparat

Bendera one piece juga menjadi perhatian di Solo Raya. Bahkan pemasang bendera atau pembuat mural didatangi di rumah mereka.

Tayang:
Istimewa
DIMINTA TURUNKAN BENDERA - Sebuah bendera bergambar simbol bajak laut dari anime One Piece sempat dikibarkan oleh warga di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (4/8/2025). Aksi itu membuat Forkopimcam, Koramil, Polsek, dan Satpol PP Kecamatan turun tangan untuk menindaklanjuti dengan meminta agar bendera tersebut diturunkan. 

Ia juga mengajak agar memiliki pikiran positif, terhadap program-program pemerintah saat ini. 

"Saat ini negara kita sudah swasembada pangan khususnya beras, dalam waktu dekat akan swasembada jagung, tebu, kedelai, daging minyak goreng dan lain-lain," ucapnya.

Dipaparkan, bila negara akan semakin sejahtera menuju Indonesia emas 2045.

Akan ada pihak pihak asing yang merasa tidak senang atau dirugikan, dengan semakin sejahteranya bangsa ini. 

Kodim 0723/Klaten juga menekankan sikap komprehensif, dalam melihat fenomena yang ada. 

"Sikap Kodim 0723/Klaten, yaitu sikap komprehensif," jelasnya. 

Sikap komprehensif merupakan sikap yang memiliki pandangan luas dan menyeluruh terhadap suatu hal, dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan sudut pandang sebelum mengambil keputusan atau bertindak.

Slamet sendiri menjelaskan bila dalam memperingati kemerdekaan RI ke-80, Kodim 0723/Klaten akan menyebarkan informasi untuk mengibarkan bendera merah putih selama 1 bulan pada bulan Agustus.

Karena dengan mengibarkan bendera, merupakan wujud kecintaan kita kepada NKRI. 

"Harusnya kita bisa berfikir bijak dan positif dengan ikut menghargai perjuangan para pejuang kemerdekaan, yang telah mengorbankan jiwa dan raga agar negara ini merdeka dan simbolnya adalah Merah Putih bukan simbol-simbol yang lain," paparnya. 

Slamet juga menegaskan, perlu adanya sikap terbuka dan demokratis. 

"Tapi yang seperti apa dulu, jangan kita ikut budaya negara luar, jangan kita ikut simbol-simbol luar, dan jangan kita mengorbankan budaya indonesia sendiri serta bendera merah putih yang menjadi simbol negara," tegasnya. 

"Kita memang harus kritis, tapi kritis yang membangun. Jangan kritis hanya untuk memperkeruh suasana atau memecah belah bangsa," tambahnya. 

Ia juga mengingatkan, agar perlunya memiliki sikap berpikir positif. 

"Sebaiknya kita berfikiran positif, agar aura positif ada di dalam energi tubuh kita. Dengan berfikir positif kita akan mengeluarkan pemikiran,ide-ide dan pendapat-pendapat yang positif untuk membangun, untuk berinovasi sehingga mendukung pemerintahan yang sedang berjalan saat ini," ucapnya. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved