Musim Kemarau di Wonogiri
Agustus Masuki Masa Kemarau Basah, Warga di Wonogiri Dapat Imbauan Waspadai Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan saat ini tengah memasuki musim kemarau basah.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Putradi Pamungkas
Namun, pada periode tertentu, hujan masih turun dengan intensitas cukup lebat, sehingga musim kemarau tidak benar-benar kering.
Kondisi inilah yang dikenal sebagai kemarau basah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena kemarau basah dipengaruhi oleh beberapa faktor iklim global.
Salah satunya adalah La Niña, yaitu pendinginan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang meningkatkan curah hujan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif juga dapat menambah pasokan uap air dari Samudra Hindia bagian timur, sehingga hujan tetap terjadi di musim kemarau.
Dampak dari kemarau basah bisa bersifat positif maupun negatif.
Dari sisi positif, ketersediaan air untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari tetap terjaga.
Namun, potensi bencana seperti banjir, longsor, dan gagal panen tanaman musiman juga bisa meningkat karena curah hujan yang tak sesuai dengan kalender tanam.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola musim di Indonesia kian dinamis akibat perubahan iklim.
Masyarakat, terutama petani dan nelayan, diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi iklim yang tidak menentu.
(*)
| Cerita Satpam Asal Sragen Jadi Relawan Banjir Sumatra Selama Hampir 1 Bulan, Akui Ada Panggilan Jiwa |
|
|---|
| Misteri Kapal Kolonial di Taman Sukowati Sragen, Berusia Lebih dari 200 Tahun, Ditemukan Tak Sengaja |
|
|---|
| Harga Emas di Solo Hari Ini Senin 29 Desember 2025: Terpantau Stabil |
|
|---|
| Hampir Setengah Tahun Berlalu, Pembunuh Nenek di Ngadirojo Wonogiri Masih Bebas Berkeliaran |
|
|---|
| Dua Hari Hilang, Penjual Ayam di Pedan Klaten Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-di-Waduk-Mulur.jpg)