Di Brebes Jateng Bakal Dibangun Peternakan Sapi Perah Terbesar, Kapasitasnya Capai 30 Ribu Ekor!
Proyek ini akan mengusung konsep close loop system, di mana seluruh proses saling terhubung.
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
“Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ungkapnya.
Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini juga akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.
Baca juga: Sidak ke Karanganyar, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Himbau Masyarakat Gunakan LPG secara Bijak
“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Adapun untuk Cut and fill untuk persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking direncanakan pada Desember tahun tersebut.
Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk mengangkat perekonomian daerah.
“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ujarnya.
Kehadiran mega farm ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan.
Setali tiga uang, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, mendukung penuh pendirian peternakan tersebut.
Baca juga: Cara Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Petani, Ngobrol Bareng Sambil Ngopi di Angkringan
Ia menegaskan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu destinasi utama investasi, baik nasional maupun internasional. Hal itu didukung oleh stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.
Gubernur menekankan bahwa Jawa Tengah juga membuka ruang bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan dan produksi susu.
“Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh,” tegasnya.
(*/adv)
| Rupiah Melemah, Ini Upaya Pemprov Jateng Menjaga Nadi UMKM: Genjot Pendampingan dan Permodalan UMKM |
|
|---|
| Diresmikan Gubernur Jateng, SMAN 1 Kemalang Jadi Harapan Baru Pendidikan di Lereng Merapi Klaten |
|
|---|
| Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Wafat Bertambah Jadi 3 Orang, Jemaah Asal Brebes Dimakamkan di Baqi |
|
|---|
| Ahmad Luthfi Terima Utusan KSAD, Bahas Rencana Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar di Semarang |
|
|---|
| Belum Diterapkan, Jateng Masih Akan Kaji Pajak Kendaraan Listrik: Perlu Dibahas Lebih Mendalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/audiensi-dengan-Gubernur-Jawa-Tengah-Ahmad-Luthfi.jpg)