Siswa SDII Al Abidin Sragen Mengenal Langsung Berbagai Profesi Lewat Program 'Parent as a Teacher'

Acara tersebut pun berlangsung sangat interaktif, dimana para siswa  banyak yang penasaran

Tayang:
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Rifatun Nadhiroh
Dok. Istimewa/Al Abidin
Kegiatan Parent as a Teacher, di SDII Al Abidin Sragen, dimana orang tua berbagi cerita dan pengalaman akan profesi yang digelutinya kepada siswa-siswi SDII Al Abidin Sragen. (Dok. SDII Al Abidin Sragen) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRUBUNSOLO.COM, SRAGEN - Mega Cipta Wahyuningsih, ibu dari salah satu siswa bernama Biru mendapatkan pengalaman luar biasa, ketika ditunjuk menjadi guru di acara Parent as a Teacher di SDII Al Abidin Sragen, Selasa (6/1/2026).

Mega yang merupakan seorang psikolog tersebut, dengan semangat mengajak para siswa bermain, sekaligus mengenalkan profesi yang digelutinya.

Acara tersebut pun berlangsung sangat interaktif, dimana para siswa  banyak yang penasaran dengan profesi Mega.

Ada siswa yang dengan polosnya bertanya, "Bunda, jadi psikolog capek tidak?,".

Bagi Mega, menjadi guru di SDII Al Abidin Sragen kali ini merupakan pengalaman luar biasa.

Baca juga: Cara Yayasan Al Abidin Tingkatkan Kompetensi Pengajar, Rutin Gelar Uji Kompetensi Guru Tiap Semester

“Senang sekali mendapatkan kesempatan dari SDII Al Abidin Sragen untuk mengisi acara Parent as a Teacher, pengalaman yang luar biasa, karena biasanya belum pernah mengajar anak-anak SD," katanya kepada TribunSolo.com.

"Dan ini diberikan kesempatan untuk bisa mengenalkan profesi ke anak-anak menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Terima kasih SDII Al Abidin Sragen” sambungnya.

Bagian Kurikulum SDII Al Abidin Sragen, Aisy mengatakan kegiatan Parent as a Teacher merupakan kegiatan rutin yang mempunyai beberapa tujuan.

Diantaranya yaitu siswa mendapatkan gambaran nyata tentang berbagai jenis profesi yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya, seperti pengusaha, militer, masinis, hingga konten kreator. 

Selain itu siswa juga bisa mendapatkan pelajaran karakter yang sangat berharga yang seringkali lebih berkesan jika disampaikan melalui pengalaman hidup nyata dibanding sekadar membaca buku, seperti cerita tentang perjuangan, kejujuran, dan kegagalan.

Baca juga: Matangkan Persiapan Semester Baru, Pendidik KB-TK Al Abidin se-Jateng DIY Ikuti Workshop LEARN

Selain meningkatkan wawasan siswa tentang profesi, Aisy menambahkan kegiatan ini juga diharapkan akan memperkuat hubungan "Segitiga Emas" pendidikan, yaitu sekolah, murid, dan orang tua. 

Bagi orang tua, mereka memahami tantangan yang dihadapi guru di kelas.

Bagi sekolah, mendapat dukungan sumber daya pengetahuan yang tidak ada di buku teks. 

Bagi anak, mereka merasa bangga dan didukung saat melihat orang tua mereka terlibat langsung di sekolah.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved