Breaking News

Info Kesehatan

Mitos atau Fakta, Hamil Bisa Menular Antar Teman? Simak Penjelasannya

Kadang, para wanita hearts Satu Lingkaran pertemanan Yang sama can hamil Beroperasi bersamaan. Atau lebih, jarak usia dari satu dan yang lain tidak.

Editor: Reza Dwi Wijayanti
(shutterstock)
ilustrasi hamil 

TRIBUNSOLO.COM -  Kadang, para wanita hearts Satu Lingkaran pertemanan Yang sama can hamil Beroperasi bersamaan. Atau lebih, jarak usia dari satu dan yang lain tidak terlalu jauh.

Entah mitos hamil atau tidak, tapi ada kesimpulan yang cukup unik: hamil itu menular !

Ternyata keheranan ini bukan hanya terlintas di benak segelintir orang saja, karena para peneliti dari American Sociological Review mengulasnya dalam jurnal “Apakah Perilaku Fertilitas Menyebar di Antara Teman?” pada tahun 2014 lalu.

Sama, yaitu membahas tentang sosial perempuan dewasa yang melahirkan anak pertama di usia 25 tahun.

Dari investigasi yang dilakukan, terbukti terbukti menular bukan pertimbangan hamil, tetapi benar-benar bisa terjadi.

Memang ada banyak sekali mitos hamil yang berkembang dan setiap orang bisa jadi punya persepsi yang berbeda antara satu dan yang lain.

Viral Video Perawat Hamil Rawat Pasien Corona, Warga China: Wanita Hamil Tak Seharusnya Bertugas

Pelaku Hubungan Gelap yang Lahirkan Bayi di Kos Akui Tak Pernah Periksa Kehamilan Selama Mengandung

Tentang urusan itu tentang hamil itu pasti, tentu saja tidak terbukti sesuai dengan aspek medisnya.

Namun demikian, akan berbeda untuk berbicara tentang aspek psikologis. Siapa yang tahu pertemanan tidak bisa memengaruhi seseorang untuk ikut hamil dan siap menjadi anggota? Tentu bisa.

Analoginya seperti ini.

Mungkin saja di sebuah lingkaran pertemanan yang sama-sama telah menikah, konsep hamil atau memiliki anak belum terlewati karena banyak pertimbangan lain.

Namun, ada satu atau lebih di antara mereka yang hamil, melahirkan, sampai akhirnya menjadi ibu, hal itu bisa memengaruhi keputusan mereka yang belum.

Mereka yang tadinya tidak yakin, menjadi yakin. Mereka yang tadinya ragu, menjadi semakin mantap.

Terlebih, kehamilan pertama juga memberikan beragam kebugaran. Pertama, jelas urusan finansial. Pengeluaran akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan saat belum hamil.

Kedua dan yang paling penting dalam pembicaraannya dengan "hamil menular" adalah pengaruh sosial. Gaya hidup, pertemanan, hingga karir seseorang tak akan lagi sama seperti sebelumnya.

Ibaratnya kompilasi menjadi usang, mereka tak bisa lagi leluasa tonton konser jadi larut malam. Karir pun kadang menjadi prioritas kesekian kompilasi ada urusan yang lebih penting terkait anak. Pertemanan ? Kadang-kadang untuk disetujui, partisipasi saja menjadi langka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved