Berita Klaten Terbaru

Tembakau dari Klaten Ternyata Disukai Perusahaan Rokok Eropa hingga Amerika

Puluhan ton tembakau basah di Kabupaten Klaten siap dipanen, Sabtu (28/8/2021). Nantinya, hasil panen tersebut akan diekspor ke luar negeri.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Para Petani Tembakau sedang mengambil hasil panen, di Kebun, tepatnya di Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Sabtu (28/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Puluhan ton tembakau basah di Kabupaten Klaten siap dipanen, Sabtu (28/8/2021).

Nantinya, hasil panen tersebut akan diekspor ke luar negeri.

Juwandi (53) salah petani tembakau dan Humas Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Klaten mengatakan, sudah mempunyai pasar untuk menjual hasil panen tersebut.

Baca juga: Nekatnya 3 Pemuda Klaten, Buat Rokok Tingwe dari Tembakau Gorila di Rumah, Lalu Dijual via Medsos

Baca juga: Berkali-kali Merapi Keluarkan Awan Panas, Warga di Lereng Santai, Tetap Petik Tembakau & Cari Rumput

"Kita selaku petani tembakau musim tanam 2021 kita mempunyai pasar yang komplit," kata Juwandi, kepada TribunSolo.com, Sabtu (28/8/2021).

Juwandi mengatakan, bekerja sama dengan PT Aliansi One Indonesia (AOI) yang bergerak di bidang ekspor.

Dia menerangkan, kerja sama dengan PT AOI itu atas petunjuk Bupati, Sri Mulyani.

Baca juga: Cerita Pemakai Tembakau Gorila yang Ditangkap Polisi Sukoharjo: Beli Online, Efeknya Halusinasi

"Kami kerja sama dengan PT AOI,  agar Kabupaten Klaten menjadi komoditi pertanian, salah satunya kami selaku petani tembakau," ujar Juwandi.

Ia mengungkapkan, hasil panen tembakau di kabupaten Klaten pihaknya bisa memanen sekitar 20 hingga 25 ton basah per hektar.

Sedangkan dirinya mempunyai lahan untuk ditanam tembakau di Kabupaten Klaten sekitar 5 hektar.

Baca juga: Polisi Bongkar Transaksi Narkoba Online, Ternyata Pesanan Warga Nguter Sukoharjo: Tembakau Gorila

"Wonogiri kami bekerjasama dengan petani lain dan bisa mendapat panen mencapai 30 ton tembakau basah per hektar," ucap Juwandi.

Dia menggunakan tembakau jenis DFC atau Grombol jati.

Ia memilih tembakau tersebut karena  tembakau tersebut digunakan untuk isian dari cerutu dan dicari oleh perusahaan rokok  di Amerika dan Eropa.

"Ini bukan super, ini yang diinginkan mereka," kata Juwandi.

Ia mengaku mendapat target dari perusahaan luar negeri tersebut sekitar 50  hingga 100 ton tembakau kering.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved