Ramadhan 2026
Menu Favorit Buka Puasa Ini Ternyata Berbahaya! Stop Bila Merasakan Gejala Berikut
Kebiasaan mengonsumsi gorengan secara berlebihan ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingga gangguan kulit.
Penulis: Tribun Network | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Konsumsi gorengan berlebihan meningkatkan LDL dan menurunkan HDL, memicu kolesterol tinggi, jantung, dan stroke.
- Kandungan kalori dan lemak trans berisiko menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit degeneratif.
- Gorengan juga berdampak pada kulit, memicu jerawat, kusam, hingga acanthosis nigricans pada lipatan tubuh.
TRIBUNSOLO.COM - Gorengan memang menjadi menu favorit saat berbuka puasa.
Renyah dan gurihnya kerap sulit ditolak setelah seharian menahan lapar.
Namun, kebiasaan mengonsumsi gorengan secara berlebihan ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingga gangguan kulit.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ahli Gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh. Ia menegaskan tidak ada larangan mutlak untuk mengonsumsi gorengan, tetapi waktu dan jumlah konsumsi harus diperhatikan.
"Makanan yang mengandung minyak goreng memiliki kandungan lemak jenuh sehingga meningkatkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) atau yang dikenal sebagai lemak jahat dan menurunkan High-Density Lipoprotein (HDL) atau lemak baik," kata dia dikutip dari unair.ac.id, Jumat (15/4/2022).
Baca juga: Bukan Jumlah Porsi yang Bikin Panitia Buka Puasa di Masjid Sheikh Zayed Solo Ketar-Ketir : Cuaca?
Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan kolesterol dalam darah.
Kolesterol yang tinggi berisiko membentuk plak di pembuluh darah arteri, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Tak hanya itu, makanan yang digoreng umumnya mengandung kalori lebih tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini dapat memicu obesitas.
“Obesitas sendiri sebagai salah satu faktor risiko penyakit diabetes melitus tipe dua, penyakit jantung, dan beberapa penyakit degeneratif lainnya,’’ papar dosen konseling gizi ini.
Dampak gorengan juga bisa terlihat dari kondisi kulit.
Kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng dapat memicu respons inflamasi atau peradangan pada kulit.
Selain itu, produksi sebum atau minyak alami kulit menjadi meningkat.
Baca juga: 8 Tips Agar Asam Lambung Tidak Kambuh saat Puasa Ramadhan, Jangan Tidur Selesai Makan!
“Kulit menjadi lebih kusam dan berjerawat karena oksidasi dari minyak,’’ imbuhnya.
Pada penderita obesitas, gangguan kulit juga kerap muncul akibat berkurangnya cairan di lapisan kulit serta ketidakseimbangan hormon.
"Ini dapat memicu kondisi acanthosis nigricans yang membuat area lipatan tubuh menjadi gelap,’’ ungkap Lail dikutip dari Tribunnews.com.
Karena itu, meski gorengan tetap boleh dikonsumsi saat berbuka puasa, masyarakat disarankan untuk tidak berlebihan serta tetap menjaga pola makan seimbang agar terhindar dari risiko penyakit kronis maupun gangguan kulit.
(*)
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Jumat 20 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Wonogiri Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Solo Kamis 19 Maret 2026, Cek Waktu Berbuka |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Sukoharjo, Kamis 19 Maret 2026 : Cek Jam Adzan Maghrib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Gorengan-di-Wedangan-Slank-Karanganyar.jpg)