Ramadhan 2026

Kenapa Warga Solo Raya Jarang Gelar Pernikahan di Bulan Ramadhan? Ini Alasannya

Banyak umat Islam memilih fokus beribadah, menunaikan puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews.com/TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI)
PERNIKAHAN ADAT JAWA - Ilustrasi pernikahan adat Jawa saat momen Temu Panggih. GKR Bendoro dan KPH Yudanegara mengikuti prosesi panggih di Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (18/10/2011). Ini alasan kenapa jarang digelar pernikahan saat bulan Ramadan di Solo Raya. 

Oleh sebab itu, bulan Syawal atau Dzulhijjah dianggap lebih aman dan praktis bagi rumah tangga baru.

Baca juga: Ritual Memetri Tuk Babon di Lereng Merbabu, Tradisi Warga Selo Boyolali Memohon Keabadian Sumber Air

Tradisi dan Kebiasaan Lokal

Meski jarang, ada tradisi menikah di bulan Ramadhan di beberapa daerah.

Di Bojonegoro, misalnya, masyarakat menggelar pernikahan pada malam 29 Ramadhan, yang dikenal dengan sebutan Malam Songo.

Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya dan adat setempat juga memengaruhi keputusan waktu pernikahan.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved