Ijazah Jokowi Digugat
UGM Tegaskan Ijazah Jokowi Asli dan Sah, Ada Bukti Sahih Pernah KKN di Ketoyan Wonosegoro Boyolali
UGM membantah kabar yang menyebutkan bahwa Jokowi tidak mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat menjadi mahasiswa.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memberikan klarifikasi tegas terkait isu keaslian ijazah dan rekam akademik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Melalui podcast resmi UGM yang tayang pada Jumat (22/8/2025), pihak kampus membantah kabar yang menyebutkan bahwa Jokowi tidak mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat menjadi mahasiswa.
Podcast yang dipandu oleh Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menghadirkan sejumlah tokoh penting universitas seperti Rektor UGM Prof. Ova Emilia, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Wening Udasmoro, serta Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Sigit Sunarta tempat Jokowi menempuh pendidikan sarjananya.
Baca juga: Kaesang Bakal ke Solo untuk Temui Jokowi, Tanyakan Sikap Soal Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK
Jokowi Ikut KKN, Lokasinya di Boyolali
Dalam kesempatan itu, Prof. Sigit menegaskan bahwa Jokowi menjalani KKN sebagaimana mahasiswa lainnya. KKN yang dilakukan Jokowi bertempat di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
“Pak Joko Widodo melakukan KKN,” tegas Sigit.
“Sebagai buktinya, kami memiliki daftar nilai KKN dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) yang diberikan ke pihak akademik. Di daftar itu tercantum nama Joko Widodo,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar bukti administratif, Sigit juga menyebut adanya saksi langsung dari rekan-rekan KKN Jokowi yang turut hadir dalam proses klarifikasi internal di UGM.
“Waktu di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) itu, teman-teman KKN Pak Jokowi juga hadir. Ada dua orang waktu itu. Kami jadi semakin yakin bahwa yang bersangkutan benar mengikuti KKN, dan yang pasti ada nilainya,” tambah Sigit.
Baca juga: Di Solo, Jokowi Respons OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer, Singgung Hormati Proses Hukum
Untuk lokasi Desa Ketoyan ini berjarak 48 kilometer dari Pusat Kota Solo dan bisa ditempuh 1 jam 15 menit sepeda motor.
Desa Ketoyan, dengan jumlah penduduk sekitar 3431, dikenal akan kehidupan masyarakatnya yang religius.
Tradisi seperti pengajian rutin, yasinan, dan manakiban menjadi bagian penting dari keseharian warga.
Lokasinya strategis, dengan akses mudah ke fasilitas seperti puskesmas, pasar, dan jalan raya.
Hasil bumi berupa padi dan jagung serta UMKM lokal seperti tempe, kedelai, dan kerupuk memperkuat perekonomian desa ini.
Baca juga: Jokowi di Solo Diserang Isu Ijazah Palsu hingga Muncul Sebutan Termul, Mahfud MD : Keterlaluan
Desa Ketoyan diyakini sudah ada sejak tahun 1954, atau sekira 30 tahun sebelum Jokowi KKN.
| Sidang CLS Jokowi di Solo Terus Bergulir, Penggugat Ajukan Alumni UGM dan Eks Wakapolri Jadi Saksi |
|
|---|
| Sidang CLS di Solo, Kuasa Hukum Jokowi : Tak Ada Kewajiban Tunjukkan Ijazah ke TPUA |
|
|---|
| Gugatan CLS Ijazah Jokowi di PN Solo, Kuasa Hukum Tegaskan Bakal Tolak Saksi Ahli Tak Netral |
|
|---|
| Sidang CLS Ijazah Jokowi di PN Solo, Alat Bukti Penggugat Dinilai Tidak Valid |
|
|---|
| Hadapi Pembuktian Sidang CLS, Kuasa Hukum Jokowi di Solo Ajukan Pinjam Ijazah ke Polda Metro Jaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Mantan-Presiden-Jokowi-jumatan.jpg)