Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemuda Ngemplak Tewas Ditusuk Temannya

Hasil Autopsi Penusukan di Ngemplak Boyolali: Pisau Tembus Jantung Korban, Saling Ejek Berujung Maut

Berdasarkan hasil autopsi, Resta Surya Andriano (19) mengalami tusukan hingga mengenai jantungnya.

|
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo  

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Hasil autopsi pemuda asal Dukuh Mojoasri, Desa Sawahan Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, yang tewas bersimbah darah karena perbuatan temannya sendiri sudah keluar.

Berdasarkan hasil autopsi, Resta Surya Andriano (19) mengalami tusukan hingga mengenai jantungnya.

“Terdapat luka terbuka pada bagian dada kiri akibat kekerasan tajam hingga menembus serambi jantung, dan pembuluh darah besar sehingga mengakibatkan pendarahan pada kantung jantung,” kata Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Tragedi Penusukan di Lapangan Sawahan Boyolali, Pemuda 19 Tahun Resmi Jadi Tersangka Pembunuhan

Adapun penusukan bermula saat DJP (19) terlibat cekcok dengan korban RSA (19) saat melakukan minum minuman keras di kamar kos milik (AU).

“Saat itu korban bersama saksi AU, AH, DK, dan tersangka DPJ di kos milik AU, Senin malam,” ucap Indra.

Cekcok terjadi akibat kedua pihak yang sudah dibawah pengaruh miras saling ejek hingga pelaku melakukan pemukulan.

Sekira jam 12 malam, tersangka pulang dengan mengancam akan menandai serta akan menyelesaikan di luar.

JENAZAH KORBAN PENUSUKAN. Jenazah Resta Surya Andriano (19) tewas akibat ditusuk pisau temannya sendiri, Selasa (26/8/2025). Korban ditusuk pisau tepat mengenai bagian dada saat perjalan pulang di jalan depan lapangan Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak.
JENAZAH KORBAN PENUSUKAN. Jenazah Resta Surya Andriano (19) tewas akibat ditusuk pisau temannya sendiri, Selasa (26/8/2025). Korban ditusuk pisau tepat mengenai bagian dada saat perjalan pulang di jalan depan lapangan Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak. (Tribun Solo / Tri Widodo)

“Tersangka dengan DK kemudian pergi menggunakan Vespa, tersangka kemudian menghubungi saksi yang ada di kos untuk bertemu korban,” ujar Indra.

AN lantas mengantar korban untuk bertemu dengan pelaku di TKP, sesampai di TKP, tersangka langsung melakukan penganiayaan dengan memukul serta menusuk korban dengan pisau.

Korban sempat dilarikan ke RS Fatmawati Solo untuk mendapat perawatan, namun sekira pukul 03.30 WIB korban dinyatakan meninggal.

Setelah dilakukan penelusuran mendalam, pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di belakang rumah.

Polisi juga berhasil menemukan barang bukti sebuah pisau dapur yang sudah dibuang di sungai.

“Motif penganiayaan yang kami dapat, pelaku mengaku sakit hati setelah korban mengejek orang tua pelaku,” pungkas Indra.

Baca juga: Pengakuan Tersangka Penusukan Tewaskan Pemuda di Colomadu Karanganyar : Mabuk, Tak Terima Tersenggol

Diketahui di lokasi kejadian memang cukup sepi dan gelap saat malam hingga dini hari.

Diduga aksi penusukan tersebut tidak diketahui oleh warga sekitar.

Lokasinya di Kecamatan Ngemplak berada di bagian timur Kabupaten Boyolali, berbatasan langsung dengan Kota Surakarta (Solo) di sisi selatan.

Jarak dari pusat Kota Boyolali sekitar 30 km ke arah timur.

Kecamatan ini juga dekat dengan Bandara Internasional Adi Soemarmo karena sebagian wilayah bandara masuk dalam kawasan Ngemplak.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved