Penipuan di Boyolali

Warga Sumbung Boyolali Jadi Korban Penipuan Modus Kredit Sapi Murah, Uang Rp 3,5 Juta Raib

Seorang warga Desa Sumbung menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyaru sebagai petugas dan menawarkan program kredit sapi murah.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Anang Ma'ruf
ILUSTRASI SAPI - Ilustrasi sapi, beberapa waktu lalu. Seorang warga Desa Sumbung, Kecamatan Banyudono, Boyolali, menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyaru sebagai petugas dan menawarkan program kredit sapi murah. Pelaku datang dengan dalih bisa memberikan sapi bantuan melalui skema kredit dengan harga terjangkau. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Seorang warga Desa Sumbung, Kecamatan Banyudono, Boyolali, menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyaru sebagai petugas dan menawarkan program kredit sapi murah.

Pelaku datang dengan dalih bisa memberikan sapi bantuan melalui skema kredit dengan harga terjangkau.

Korban diminta menyetor uang muka: Rp 2,5 juta untuk satu ekor sapi, dan Rp 3,5 juta untuk dua ekor.

“Pelaku itu menawarkan kredit sapi. Nah kalau dihitung itu harganya per ekor sapi itu hanya sekitar Rp 14 juta,” ungkap Kapolsek Cepogo, AKP Agung Setiawan.

ILUSTRASI SAPI - Ilustrasi sapi, beberapa waktu lalu. Seorang warga Desa Sumbung, Kecamatan Banyudono, Boyolali, menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyaru sebagai petugas dan menawarkan program kredit sapi murah. Pelaku datang dengan dalih bisa memberikan sapi bantuan melalui skema kredit dengan harga terjangkau.
ILUSTRASI SAPI - Ilustrasi sapi, beberapa waktu lalu. Seorang warga Desa Sumbung, Kecamatan Banyudono, Boyolali, menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyaru sebagai petugas dan menawarkan program kredit sapi murah. Pelaku datang dengan dalih bisa memberikan sapi bantuan melalui skema kredit dengan harga terjangkau. (Istimewa)

Korban yang percaya kemudian menyetorkan uang muka sebesar Rp 3,5 juta.

Untuk meyakinkan, pelaku mencatat transaksi tersebut dalam sebuah buku dan mengajak korban menuju KUD Cepogo, yang disebut sebagai lokasi penyimpanan sapi bantuan.

KUD Cepogo berlokasi di Kabupaten Boyolali, dengan jarak dari Solo sekitar 40 hingga 50 km atau sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan. 

Namun, saat korban bersiap berganti pakaian untuk berangkat, pelaku sudah raib meninggalkan rumah.

Korban tetap mendatangi KUD Cepogo, tetapi sapi yang dijanjikan tidak pernah ada.

Petugas KUD pun mengaku tidak tahu-menahu soal program tersebut.

Baca juga: Korban Dugaan Penipuan BLN Boyolali Menjerit : Harta Benda Habis, Kirim Surat Terbuka ke Prabowo

Kapolsek Cepogo menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.

“Saat ini anggota lakukan lidik,” ujar AKP Agung Setiawan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tamu tak dikenal dan tidak mudah percaya pada tawaran bantuan yang belum jelas asal-usulnya.

“Kami mengingatkan agar warga tidak mudah percaya kepada seseorang yang belum dikenal. Bila ada tawaran bantuan, sebaiknya dikonfirmasikan dulu dengan perangkat desa atau ketua lingkungan,” tegas AKP Agung Setiawan.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved