Kasus Investasi Koperasi BLN
Korban Dugaan Penipuan BLN Boyolali Menjerit : Harta Benda Habis, Kirim Surat Terbuka ke Prabowo
Para nasabah koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di Boyolali mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Para nasabah koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di Boyolali mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Mereka berharap Presiden turun tangan langsung menyelesaikan kasus dugaan penipuan investasi yang telah menjerat ribuan korban di berbagai daerah.
“Surat terbuka kami kirimkan via media sosial. Semoga pengaduan kami ke Pak Presiden membuat kasusnya cepat ditangani,” ujar Aris, salah satu perwakilan nasabah BLN, Jumat (12/9/2025).
Langkah ini diambil setelah berbagai upaya sebelumnya belum membuahkan hasil.
Aris menyebut para nasabah telah menemui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk meminta perlindungan hukum.
Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata.
Tak hanya itu, perwakilan korban juga mendatangi Polda Jawa Tengah untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus.
Mereka ingin memastikan apakah laporan akan ditangani langsung oleh Polda atau tetap dilimpahkan ke masing-masing Polres.
Menurut Aris, kondisi para nasabah kini semakin memprihatinkan.
Banyak dari mereka adalah pensiunan yang mengandalkan dana pensiun untuk hidup sehari-hari.
“Ada 5 rumah milik nasabah sudah dipasang plang lelang oleh kreditur, 10 rumah sudah mendapat SP III, 30 mobil dan 100-an motor sudah dikembalikan ke leasing karena gagal bayar,” ungkapnya.
Aris juga mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Tim Pemburu Aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk segera menginventarisasi aset BLN.
“Saya yakin aset BLN yang tidak diatasnamakan BLN atau Pak Nico selaku pemilik BLN masih banyak. Jadi kami meminta PPATK dan TPPU ikut campur agar asetnya jelas, supaya bisa dikembalikan ke korban, berapapun nilainya,” tegas Aris.
Salah satu nasabah dari Semarang, Saleh, mengaku awalnya ragu bergabung. Namun karena terus dijanjikan hasil besar, ia akhirnya tergoda berinvestasi.
| Inventarisasi Aset Koperasi BLN Mulai Dilakukan, Jadi Jaminan Pemulihan Hak Anggota |
|
|---|
| Baru Geger Sekarang, Izin BLN di Solo Raya Ternyata Dibekukan 2023, Bermula OJK Endus Pelanggaran |
|
|---|
| Fakta Baru Terungkap, Izin Usaha Koperasi BLN di Solo Raya Sudah Dibekukan Sejak 2023 |
|
|---|
| Kasus Penipuan BLN Naik ke Tahap Penyidikan, Polres Boyolali Segera Ajukan Penyitaan Aset |
|
|---|
| Bos Koperasi BLN Menghilang, Nasabah Kini Sasar Rumah Ketua Cabang di Boyolali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Lokasi-yang-disebut-sebut-kantor-pusat-Koperasi-Bahana-Lintas-Nusantara.jpg)