Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG
SOSOK Taupik, Guru di Karanganyar Pencipta Aplikasi Pendeteksi Kelayakan MBG : Pernah Mengajar TIK
Aplikasi tersebut dirancang untuk memastikan menu MBG yang dikonsumsi siswa benar-benar layak santap.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kekhawatiran terhadap kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang marak di sejumlah daerah Indonesia justru melahirkan inovasi cerdas dari seorang guru di SMAN 2 Karanganyar.
Adalah Taupik Mulyadi, pengajar mata pelajaran Ekonomi yang berhasil menciptakan aplikasi pendeteksi kelayakan makanan berbasis Android dan Artificial Intelligence (AI) bernama Safe Eat MBG.
Aplikasi tersebut dirancang untuk memastikan menu MBG yang dikonsumsi siswa benar-benar layak santap.
“Saya melihat banyak terjadi kasus keracunan di beberapa daerah, oleh karena itu, saya inisiatif untuk membuat aplikasi Safe Eat MBG,” ujar Taupik, saat memperagakan cara kerja aplikasinya di Aula SMAN 2 Karanganyar, Jumat (17/10/2025).
Baca juga: Guru SMAN 2 Karanganyar Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG, Bagaimana Cara Kerjanya?
Di balik karyanya yang futuristik itu, Taupik bukan sosok asing di dunia teknologi.
Ia dikenal luas di kalangan pendidik sebagai “sang inovator” karena sering mengikuti kompetisi dan pelatihan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Saya dikenal sang inovator, karena suka ikut lomba-lomba dan pelatihan terutama di bidang TIK,” ungkapnya sambil tersenyum.
Sebelum mengajar Ekonomi, Taupik memang pernah menjadi guru TIK di dua sekolah berbeda.
Baca juga: Detik-detik 16 Siswa di Colomadu Karanganyar Diduga Keracunan MBG, Dibawa ke UKS & Diberi Air Kelapa
“Sejak tahun 2000 diangkat PNS di SMAN Mojogedang, saya pernah mengajar TIK sampai 2008, sehingga saya sedikit tahu dengan ilmu ini dan juga saya lakukan secara otodidak,” ujarnya.
Tentang cara kerja Safe Eat MBG, Taupik menjelaskan bahwa aplikasi tersebut menggunakan metode organoleptik (visual)—yakni metode penilaian kualitas produk dengan pancaindra manusia: penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan perabaan.
“Cara kerja aplikasi melibatkan foto makanan dan input dari food tester, serta mengisi pertanyaan terkait hasil pengamatan menu MBG yang dibagikan agar menghasilkan rekomendasi layak/tidak layak,” jelasnya.
Baca juga: Cerita Siswa SMPN 1 Karanganyar yang Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG, Alami Diare
Proses analisisnya cepat dan efisien.
“Waktu analisis aplikasi kurang dari 5 menit, dengan akurasi 80-90 persen,” lanjutnya.
Hingga kini, Safe Eat MBG telah diuji delapan kali—empat kali di rumah dan empat kali di sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Guru-Ekonomi-di-SMAN-2-Karanganyar-Taupik-Mulyadi-menunjukan-simulasi-aplikasi-Safe-Eat-MBG.jpg)