Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG
Guru SMAN 2 Karanganyar Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG, Bagaimana Cara Kerjanya?
Taupik Mulyadi membuat aplikasi bernama Safe Eat MBG karena ada kekhawatiran keracunan usai menyantap menu MBG di beberapa daerah di Indonesia.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Berawal dari kabar keracunan usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di berbagai daerah, seorang guru SMAN 2 Karanganyar menciptakan aplikasi pendeteksi menu MBG.
Sosok itu bernama Taupik Mulyadi, seorang guru mata pelajaran Ekonomi di SMAN 2 Karanganyar.
Taupik mengaku membuat aplikasi bernama Safe Eat MBG karena ada kekhawatiran keracunan usai menyantap menu MBG di beberapa daerah di Indonesia.
Aplikasi itu bekerja menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menguji kelayakan menu MBG yang akan disantap pelajar SMAN 2 Karanganyar.
"Saya melihat banyak terjadi kasus keracunan di beberapa daerah, oleh karena itu, saya inisiatif untuk membuat aplikasi Safe Eat MBG," kata Taupik, Jum'at (17/10/2025).
Taupik mengatakan aplikasi yang dibuatnya berbasis Android dan menggunakan metode organoleptik (visual).
Baca juga: Dugaan Ratusan Siswa SMPN 1 Karanganyar Keracunan Usai Santap MBG, Mayones Disebut Jadi Penyebabnya
Metode ini merupakan metode pengujian kualitas produk yang menggunakan panca indra manusia (penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan perabaan) untuk menilai karakteristiknya, seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan bentuk.
"Cara kerja aplikasi melibatkan foto makanan dan input dari food tester, dan mengisi pertanyaan terkait hasil pengamatan menu MBG yang dibagikan agar menghasilkan rekomendasi layak/tidak layak," kata dia.
"Waktu analisis aplikasi kurang dari 5 menit, dengan akurasi 80-90 persen," kata dia.
Aplikasi itu sudah digunakan 8 kali. Masing-masing 4 kali ujicoba di rumah dan 4 kali diterapkan di sekolah.
Baca juga: Protes Orang Tua di Karanganyar Usai Anak Keracunan MBG : Lebih Baik Uangnya Buat Keperluan Sekolah
"Saat digunakan, tidak ditemukan tanda-tanda menu MBG yang tak layak konsumsi, dan tidak terjadi siswa kami yang mengalami gejala sakit perut sore harinya," kata dia.
"Sampai saat ini tidak terjadi eror saat aplikasi digunakan, meskipun demikian, aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba untuk mencapai akurasi optimal," pungkas dia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/SAFE-EAT-MBG-Guru-Ekonomi-SMAN-2-Karanganyar-Taupik-Mulyadi-menunjukan-aplikasi-Safe-Eat-MBG.jpg)