Fakta Menarik Tentang Boyolali
Asal-usul Nama Ngemplak yang Kini jadi Kecamatan di Boyolali, Pernah Diusulkan Gabung ke Solo
Secara geografis, Kecamatan Ngemplak berada di ujung timur Kabupaten Boyolali.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Ngemplak menjadi kawasan strategis Boyolali berkat Bandara Adi Soemarmo, Asrama Haji Donohudan, dua gerbang tol, serta jalur kereta bandara, menjadikannya kota satelit utama Surakarta.
- Wilayah ini terdiri dari 12 desa, berpenduduk 92 ribu jiwa, dengan sektor pertanian yang masih dominan, didukung Waduk Cengklik sebagai sumber irigasi dan wisata.
- Fasilitas publik lengkap, mulai transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga destinasi wisata seperti Cengklik, Embung Giriroto, dan Kali Pepe Land.
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kecamatan Ngemplak merupakan salah satu kawasan strategis di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kecamatan Ngemplak ini berada tepat di barat Kota Solo.
Lokasinya berjarak kurang lebih 8,7 kilometer dari Pusat Kota Solo (26 menit kendaraan bermotor).
Meski secara administratif berada dalam wilayah Boyolali, peran Ngemplak dalam dinamika ekonomi, transportasi, dan mobilitas masyarakat menjadikannya salah satu kawasan penyangga utama Kota Solo.
Baca juga: Asal-usul Nama Kecamatan Tulung Klaten, Konon Dulu Warganya Senang Menolong, Diberkahi Umbul Pelem
Dengan letak yang strategis, keberadaan Bandara Adi Soemarmo, Asrama Haji Donohudan, serta infrastruktur jalan nasional hingga internasional, Ngemplak tumbuh menjadi kota satelit yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Letak Geografis dan Struktur Administratif
Secara geografis, Kecamatan Ngemplak berada di ujung timur Kabupaten Boyolali.
Wilayah ini berbatasan dengan:
- Barat: Kecamatan Sambi
- Utara: Kecamatan Nogosari
- Timur: Kota Surakarta
- Selatan: Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar
Dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut (mdpl), Ngemplak memiliki karakteristik tanah datar yang mendukung pertanian sekaligus perkembangan pemukiman dan industri jasa.
Secara administratif, Ngemplak terdiri dari 12 desa, yaitu:
Dibal, Donohudan, Gagaksipat, Giriroto, Kismoyoso, Manggung, Ngargorejo, Ngesrep, Pandeyan, Sawahan, Sindon, dan Sobokerto.
Dengan luas 38,527 km⊃2;, wilayah ini dihuni oleh 92.405 penduduk (2022).
Baca juga: Asal-usul Desa Ngerangan Klaten, Cikal Bakal Lahirnya Angkringan yang Melegenda di Solo dan Jogja
Pertanian yang Bertahan di Tengah Modernisasi
Meskipun perkembangan wilayah berlangsung cepat, mayoritas penduduk Ngemplak masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Keberadaan Waduk Cengklik, bendungan peninggalan era kolonial Belanda, menjadi pusat pengairan utama lahan pertanian seluas lebih dari 1.500 hektare.
Waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai irigasi, tetapi juga menjadi titik penting kegiatan perikanan, wisata air, hingga olahraga ski air.
| Asal-usul Nama Kecamatan Teras di Boyolali : Berkaitan Kisah Nyi Ageng yang Tanya Arah Jalan |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kecamatan Banyudono di Boyolali, Ada Kisah Ki Ageng Pandan Arang Beristirahat |
|
|---|
| Asal-usul Kecamatan Sambi di Boyolali : Dulu Kawasan Hutan Lebat, Ada Kisah Ki Ageng Giring Semedi |
|
|---|
| Pembuatan Rebana di Boyolali ini Hanya Gunakan Kulit Kambing Betina, Ini Alasannya |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Boyolali untuk Libur Lebaran : Ada Umbul Dudo yang Punya Legenda Tragis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bandara-adi-soemarmo-boyoalli.jpg)