Nataru 2026
Nataru 2026, Permintaan Gurame di Boyolali Naik Tajam, Petani Sumringah
Momen Nataru 2026 ini menjadi berkah bagi pengusaha ikan gurame di Boyolali. Sebab, pesanannya meningkat tajam.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Libur Natal dan Tahun Baru meningkatkan permintaan ikan gurame di Boyolali, terutama untuk kebutuhan bakar-bakar malam tahun baru.
- Petani seperti Dias Ismawan panen 600–700 kg per kali, dengan omzet Rp18,6–21,7 juta, ikan berbobot 5–9 ons/ekor.
- Pengepul Bayu mencatat setoran naik hingga 5–6 kuintal/hari, meski permintaan sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah tersendiri bagi petani ikan gurame di Boyolali.
Meningkatnya kunjungan wisata membuat permintaan ikan air tawar, khususnya gurame, melonjak tajam.
Senyum sumringah terlihat di wajah para petani gurame di Dukuh Jetis, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Sabtu (27/12/2025).
Dias Ismawan mulai memanen ikan gurame yang dibudidayakan di sejumlah kolam.
Panen ikan ini memang dilakukan pada akhir tahun untuk memenuhi pesanan pasar yang meningkat signifikan menjelang Tahun Baru.
“Permintaan banyak dari Janti, Jombor, Tlatar. Rata-rata untuk kebutuhan bakar-bakar malam Tahun Baru,” ujar Dias.
Pesanan Ratusan Kg Gurame
Dalam satu kali panen, Dias mampu menghasilkan sekitar 600 hingga 700 kilogram ikan gurame.
Dengan harga jual di tingkat petani mencapai Rp31 ribu per kilogram, Dias mengantongi omzet kotor sekitar Rp18,6 juta hingga Rp21,7 juta per panen.
Ikan gurame yang dipanen memiliki bobot rata-rata 5 hingga 9 ons per ekor.
“Kalau akhir tahun memang lumayan ramai karena liburan dan Nataru. Biasanya nanti ramai lagi menjelang Ramadan,” tambah Dias.
Baca juga: Lingkungan Manjung Wonogiri Soroti Santri Ponpes, Bebas Keluar Larut Malam hingga Ambil Ikan Warga
Lonjakan permintaan juga dirasakan Bayu, salah satu pengepul ikan gurame di wilayah Banyudono.
Ia menyebut setoran meningkat drastis selama libur Nataru.
“Biasanya bisa setor sekitar 3,5 sampai 4 kuintal per hari. Kalau lagi ramai-ramainya, bisa sampai 5 sampai 6 kuintal. Kadang sampai dua mobil setoran,” jelas Bayu.
Meski demikian, Bayu mengakui permintaan ikan gurame tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, meski penyebabnya belum diketahui secara pasti. (*)
| Hari Terakhir Libur Tahun Baru, Wisatawan Tawangmangu Karanganyar Turun |
|
|---|
| Bukan Tahun Baru, 3 Hari Usai Natal Jadi Hari Tersibuk di Exit Tol Klodran Colomadu Karanganyar |
|
|---|
| Libur Tahun Baru 2026 di Karanganyar: Ribuan Kendaraan Tercatat Melintas Exit Tol Klodran |
|
|---|
| Berkah Nataru 2026, Ekonomi Solo Raya Menggeliat dari Villa hingga Petani Ikan |
|
|---|
| Hari Pertama 2026 di Jalur Wisata Tawangmangu Karanganyar: Dari Peluit Polisi hingga Bau Kampas Rem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Gurame-panen.jpg)