Santri di Wonogiri Tewas Diduga Bullying

Lingkungan Manjung Wonogiri Soroti Santri Ponpes, Bebas Keluar Larut Malam hingga Ambil Ikan Warga

Warga Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, mengaku resah dengan pengawasan santri di Pondok Pesantren Santri Manjung.

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
DUGAAN BULLYING - Suasana Ponpes Santri Manjung Wonogiri, Kamis (18/12/2025) siang. Seorang santri Ponpes Santri Manjung di Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan atau bullying oleh santri lain. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Manjung resah karena santri Ponpes Santri Manjung bebas keluar hingga tengah malam dan diduga melakukan pencurian
  • Keresahan meningkat setelah muncul kasus kematian santri yang dianggap janggal, hingga polisi turun tangan menyelidiki
  • Warga berharap ponpes ditutup sementara sampai kasus selesai demi ketertiban dan keselamatan santri.

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Warga Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, mengaku resah dengan pengawasan santri di Pondok Pesantren Santri Manjung.

Mereka menilai pengawasan yang lemah membuat santri bebas keluar hingga larut malam, bahkan disebut ada kasus pencurian yang dilakukan santri.

Keresahan Warga atas Pengawasan Ponpes

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, keresahan masyarakat sudah berlangsung lama.

Santri kerap keluar masuk ponpes tanpa batas waktu, hingga tengah malam.

Hal ini dianggap merugikan warga sekitar.

"Pengawasannya sangat kurang. Contoh lain ada warga yang punya tapi ikannya banyak yang diambil," ujarnya, kepada TribunSolo.com, Minggu (21/12/2025).

DUGAAN BULLYING - Suasana Ponpes Santri Manjung Wonogiri, Kamis (18/12/2025) siang. Seorang santri Ponpes Santri Manjung di Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan atau bullying oleh santri lain.
DUGAAN BULLYING - Suasana Ponpes Santri Manjung Wonogiri, Kamis (18/12/2025) siang. Seorang santri Ponpes Santri Manjung di Kecamatan Wonogiri Kota meninggal dunia usai diduga mengalami penganiayaan atau bullying oleh santri lain. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Kasus Kematian Santri yang Janggal

Keresahan warga semakin memuncak setelah muncul kabar kematian seorang santri yang dinilai janggal.

Informasi tersebut sempat membuat sejumlah warga berencana mendatangi ponpes, namun rencana itu batal setelah polisi turun tangan melakukan penyelidikan.

"Warga itu resah mengetahui hal itu. Ibu korban kan juga asli Manjung, saat ini domisili di Jatiyoso Karanganyar," katanya.

Harapan Warga: Ponpes Ditutup Sementara

Menurut warga, jika pengawasan santri dilakukan secara maksimal, peristiwa yang meresahkan tidak akan terjadi.

Mereka pun berharap ponpes ditutup sementara hingga kasus kematian santri selesai ditangani aparat.

"Warga juga berharap ponpes itu ditutup. Setidaknya sampai proses kasus ini selesai. Kasihan juga santrinya," pungkasnya.

Baca juga: Aksi 3 Santri Ponpes Wonogiri Pelaku Penganiayaan Santri hingga Tewas, Pukul dan Tendang Korban

Seperti diketahui, MMA (12), santri Pondok Pesantren Santri Manjung Wonogiri, meninggal dunia lantaran diduga dianiaya oleh sesama santri.

Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, yakni dada, kepala, perut, kaki, dan tangan.

Para pelaku mengaku melakukan penganiayaan dengan tangan kosong.

Setelah mengalami kekerasan, korban sempat dirawat di rumah sakit.

Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Senin (15/12/2025).

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved