Masjid Eks Terminal Kartasura
Lahan Eks Terminal Kartasura Sukoharjo Dibangun Masjid, Warga Dukung
Lahan Eks Terminal Kartasura akan dibangun Masjid. Masyarakat mendukung pembangunan ini.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Masjid Kartasura akan dibangun di lahan bekas Terminal Kartasura seluas 3.644 meter persegi pada 2026.
- Lokasi strategis di jalur utama Solo–Yogyakarta–Semarang dinilai bermanfaat bagi warga dan pengguna jalan.
- Pro dan kontra muncul di masyarakat terkait prioritas pembangunan, anggaran, dan perizinan. Pemkab Sukoharjo telah menyiapkan pagu anggaran Rp25 miliar dan saat ini masih dalam tahap paparan DED.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pembangunan Masjid Kartasura dipastikan segera terealisasi pada tahun 2026.
Masjid yang akan dibangun di lahan bekas Terminal Kartasura ini menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.
Sejak Terminal Kartasura dipindahkan pada tahun 2004 silam, kawasan tersebut kerap dipenuhi bangunan liar yang berdiri tanpa peruntukan jelas.
Kini, lahan eks terminal tersebut mulai ditata ulang untuk dimanfaatkan secara optimal.
Baca juga: Ada 10 Proyek Strategis Penataan Wajah Kabupaten Sukoharjo Digarap 2026! Termasuk Masjid Kartasura
Pantauan TribunSolo.com di lokasi, lahan bekas Terminal Kartasura yang berjarak sekitar 500 meter dari Pasar Kartasura itu memiliki luas kurang lebih 3.644 meter persegi.
Saat ini, area tersebut telah dipagari, menandakan pembangunan masjid tiga lantai lengkap dengan fasilitas pendukung akan segera dimulai.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan tersebut juga direncanakan sebagai rest area yang terintegrasi.
Salah seorang warga sekitar, Rofi Imtihah, mengaku menyambut baik rencana pembangunan masjid di Kartasura.
Menurutnya, proyek tersebut merupakan realisasi janji politik Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo saat masa kampanye.
“Pembangunan Masjid Kartasura ini adalah janji politik Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo. Tentu sangat bermanfaat bagi warga sekitar,” ujar Rofi saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (11/1/2026).
Rofi menilai lokasi pembangunan masjid sangat strategis karena berada di jalur utama penghubung Kota Solo, Yogyakarta, dan Semarang.
Keberadaan masjid tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan, terutama saat momentum hari raya besar.
“Letaknya di pinggir jalan utama, jadi sangat cocok sebagai rest area. Apalagi saat hari raya besar seperti Idul Fitri, pasti akan banyak masyarakat yang singgah,” terangnya.
Meski demikian, Rofi mengakui pembangunan masjid ini tidak lepas dari polemik di tengah masyarakat.
| Calhaj Kloter Pertama dari Tegal Dijadwalkan Masuk Asrama Haji Donohudan Boyolali pada 21 April 2026 |
|
|---|
| Ratusan Warga Serbu Kantor DPC PDIP Sukoharjo, Ikut Cek Kesehatan Gratis & Pembagian Makanan Bergizi |
|
|---|
| Persiapan Asrama Haji Donohudan Boyolali Sambut Jemaah Sudah 95 Persen, Kloter Perdana Kapan Masuk? |
|
|---|
| Gegara Hujan Deras, Banjir Melanda Jalan Utama dan Permukiman di Juwangi Boyolali, 8 RT Terdampak |
|
|---|
| Hadapi Ancaman Global, Bupati Hamenang Ajak Dunia Usaha di Klaten Perkuat Mitigasi Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Masjid-Karatsura-2.jpg)