Pembangunan Makam Butuh
Kawasan Makam Butuh Sragen Bakal Dikembangkan, Lahan Warga Terdampak Pembebasan
Pengembangan objek wisata religi Makam Butuh, atau yang dikenal dengan nama Makam Joko Tingkir akan dilakukan.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sragen berencana mengembangkan kawasan wisata religi Makam Joko Tingkir dengan membangun pedestrian dan dermaga untuk menangkap potensi ekonomi pengunjung.
- Pengembangan masih terkendala lahan karena tanah kawasan wisata milik warga, sehingga pemerintah meminta gotong royong pelepasan sebagian lahan untuk pembangunan infrastruktur.
- Penataan baru diharapkan membuat kawasan Makam Joko Tingkir lebih menarik dan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kawasan objek wisata religi Makam Butuh, atau yang dikenal dengan nama Makam Joko Tingkir, di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen akan dikembangkan.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengusulkan pembangunan pedestrian dan dermaga.
"Kita ada visi untuk kawasan ini dikembangkan lebih lanjut. Akan dibangun pedestrian dan dermaga. Karena pengunjung di tempat ini sudah tinggi, kita tinggal menangkap ekonominya," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (12/1/2026).
"Maka harus dibuat fasilitas yang menjadikan mereka bisa tinggal lebih lama. Harus ada penambahan fasilitas seperti trotoar dan dermaga," sambungnya.
Menurutnya, saat ini pengembangan tersebut masih terkendala lahan.
Lahan di kawasan objek wisata religi Makam Joko Tingkir masih milik warga.
"Kita pakai anggaran dari Kabupaten Sragen. Makanya kita minta gotong royong masyarakat sini, terutama untuk tanah, merelakan sebagian lahannya untuk kita gotong royong bersama-sama. Nanti pemerintah yang membangun infrastruktur," terangnya.
Koordinasi dengan Warga
Kepala Desa Gedongan, Maryanto, menerangkan terkait pembebasan lahan, ia akan terlebih dulu berkoordinasi dengan warganya.
"Mungkin masyarakat ingin melihat gambarnya dulu, seperti apa. Setelah tahu prospek ke depan, mereka akan rela. Warga siap mendukung," kata dia.
Sementara itu, pantauan TribunSolo.com, kawasan objek wisata religi Makam Joko Tingkir mulai banyak didatangi wisatawan dari berbagai daerah.
Baca juga: Asal-usul Makam Butuh di Plupuh Sragen, Tempat Peristirahatan Terakhir Keluarga Joko Tingkir
Kini, kawasan Makam Joko Tingkir sebenarnya sudah tertata rapi.
Namun, pada bagian depan masih berupa deretan warung warga yang menyediakan beragam kuliner.
Dengan penataan kawasan baru, wajah Makam Joko Tingkir diharapkan semakin menarik dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. (*)
| Asyik Bermain di Sungai, Warga Purbalingga Tewas Tenggelam di Bendungan Nepen Boyolali |
|
|---|
| Modus Ayah Pelaku Pelecehan Seksual Anak Kandung, Ancam Kekerasan Fisik |
|
|---|
| Chord Cinta Ditolak Kunci Gitar dan Lirik Lagu Pupus - Dewa19: Cintaku bertepuk sebelah tangan |
|
|---|
| Buku Catatan Harian Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung di Klaten Diamankan, Isinya Bikin Miris |
|
|---|
| 3 TKP Kasus Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Kandung Terungkap, Salah Satunya di Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Makam-Butuh-dikembangkan.jpg)