Pendaki Hilang di Mongkrang

Hari ke-4 Pendaki Hilang di Mongkrang Karanganyar, Jangkauan Pencarian Diperluas, Libatkan 4 Tim SRU

Pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28), survivor pendaki Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar diperluas

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
PENCARIAN - Suasana basecamp Mongkrang di tengah pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28), survivor pendaki bukit mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (22/1/2026). Wilayah pencarian diperluas hingga Sendang. 
Ringkasan Berita:
  • Pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28), survivor pendaki Bukit Mongkrang, memasuki hari keempat di Karanganyar, Kamis (22/1/2026)
  • Wilayah pencarian diperluas hingga Sendang dengan empat tim SAR
  • Masing-masing tim menyisir area berbeda secara manual dan vertikal.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28), survivor pendaki Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, memasuki hari keempat, Kamis (22/1/2026).

Koordinator Posko Operasi SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, mengatakan bahwa wilayah pencarian pada hari ini diperluas hingga Sendang.

Sendang merupakan salah satu titik tersembunyi di Mongkrang.

"Kami perluas wilayah pencarian kami untuk hari ini," kata Yohan, Kamis (22/1/2026).

Suasana basecamp Mongkrang di tengah pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28)
PENCARIAN - Suasana basecamp Mongkrang di tengah pencarian Yazid Ahmad Fridaus (28), survivor pendaki bukit mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (22/1/2026). Wilayah pencarian diperluas hingga Sendang.

Strategi Tim SAR

Pencarian hari ini melibatkan empat tim Search and Rescue Unit (SRU) dengan area dan strategi berbeda.

SRU 1 menyisir secara manual dari puncak Candi 2 hingga Sekipan, jalur yang biasa dipakai dalam Siksorogo Lawu Ultra.

SRU 2 melakukan pencarian secara vertikal di Pos 3 dan daerah zona kuning.

SRU 3 bertugas menyisir manual dari Puncak Mongkrang, Puncak Pandhawa, hingga Pos 3.

SRU 4 melakukan penyisiran manual di barat zona kuning.

Dalam operasinya, setiap anggota tim diwajibkan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti headlamp, jas hujan, dan pisau tebas.

"Dalam pencarian, mereka wajib menggunakan headlamp, jas hujan dan pisau tebas," ujar Yohan.

Baca juga: Pencarian Hari Ketiga Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Terjunkan Drone Sisir via Udara

Sebelumnya, peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya, Minggu, 18 Januari 2026.

Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.

Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat.

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.

Terhambat Cuaca

Sementara, pencarian pada hari ketiga, Rabu (21/1/2026) berakhir nihil.

Faktor cuaca ekstrem dan kabut menjadi kendala yang dihadapi SAR.

Pada pukul 13.00 WIB, terjadi badai di sekitar bukit mongkrang hingga jarak pandang terbatas karena kabut tebal.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved