Kisah Havid Danang, dari THL hingga Kadisdik Sukoharjo : Hobi Blusukan Sekolah Sidak Murid dan Guru
Kini setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo, Havid gencar melakukan blusukan ke sekolah-sekolah.
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Sebelum diangkat sebagai pejabat definitif, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo sudah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sejak Oktober 2025.
- Di awal kariernya dia bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di radio RSPD Sukoharjo.
- Zaman belum menjadi apa-apa dia pernah mencuci mobil hingga menyemir ban mobil dinas.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sosok Havid Danang Purnomo Widodo menarik perhatian beberapa waktu terakhir ini.
Havid adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo.
Dia baru dilantik pada 31 Desember 2025 lalu.
Namun, jejaknya sudah panjang.
Havid dalam Podcast bersama TribunSolo.com, Senin (26/1/2026) mengungkapkan kisahnya.
Sebelum diangkat sebagai pejabat definitif, Havid sudah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sejak Oktober 2025.
Havid menyebut perjalanannya panjang, sebelum sampai di titik ini.
Mantan camat Sukoharjo ini bercerita, awal kariernya dia bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di radio RSPD Sukoharjo.
Kemudian, dia beberapa kali mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun gagal.
Tepatnya pada tahun 2010, dia kembali mencoba peruntungan sebagai CPNS dalam formasi di Satpol PP.
Tahun itu, dia diterima.
Tak berselang lama, Havid diminta membantu bagian Humas Pemkab Sukoharjo.
Dia kemudian dipindah kembali di bagian pemerintahan.
Setelah itu, dia kembali bergeser untuk memberikan pelayanan ke masyarakat.
Havid menjabat Lurah Gayam, Sukoharjo.
Berangkat dari situ, ada beberapa ide pariwisata yang dia kembangkan, termasuk Taman Pakujoyo.
Setelah menjabat lurah, dia kemudian menjabat sebagai Camat Sukoharjo.
"Setiap pekerjaan itu, saya nikmati," kata dia pada TribunSolo.com, Senin (26/1/2026).
Dia mengatakan, zaman belum menjadi apa-apa dia pernah mencuci mobil hingga menyemir ban mobil dinas.
Baca juga: Niat Cek Siswa Bolos, Sidak Disdikbud Sukoharjo Justru Temukan 4 Guru Tak Masuk Tanpa Izin
Kepala Dinas yang Hobi Sidak
Kini setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo, Havid gencar melakukan blusukan ke sekolah-sekolah.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas berbagai laporan masyarakat terkait menurunnya mutu pendidikan, khususnya di sekolah negeri tingkat dasar atau SD hingga SMP.
Havid menegaskan, penurunan jumlah murid di sekolah negeri bukan tanpa sebab.
Menurutnya, kemunduran tersebut dipicu oleh menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di sekolah negeri.
“Terutama di jenjang SD, murid berkurang. Ini bukan soal bangunan lama atau infrastruktur, tapi soal mutu. Kalau mutu pendidikan baik, masyarakat tetap percaya,” ujarnya.
Salah satu fokus utama sidak adalah kedisiplinan guru.
Dari laporan masyarakat, disebut ada anak bolos sekolah.
Kebanyakan warga melaporkan ini ke nomor lapor Gubernur Jawa Tengah (Jateng).
“Awalnya ada laporan anak nongkrong dan merokok. Tapi saat sidak, kami justru menemukan guru yang pulang tanpa keterangan, sementara siswa hanya diberi tugas tanpa pengawasan,” jelasnya.
Akibat tidak adanya pengawasan, sejumlah siswa akhirnya keluar lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut membuat pihaknya terkejut dan langsung memberikan peringatan kepada guru yang bersangkutan.
Berbagai alasan disampaikan guru membolos, mulai dari harus mengantar istri sakit hingga urusan keluarga.
Namun, menurutnya hal tersebut tidak dibenarkan.
“Kami sampaikan ke kepala sekolah, tidak boleh ada kelas kosong. Kalau guru izin, kelas tetap harus dijaga,” tegasnya.
Sanksi Tak Akan Berhenti Diperingatan
Ke depan, sanksi bagi guru bolos tidak berhenti pada peringatan.
Jika pelanggaran terulang, pihaknya akan meminta pembinaan oleh kepala sekolah hingga penurunan nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
“Kalau SKP turun, otomatis tunjangan juga hilang,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa izin guru harus tertulis dan diketahui kepala sekolah serta pengawas.
Hasil sidak nantinya akan ditindaklanjuti pengawas sekolah melalui rekomendasi tertentu.
Dalam sidak di salah satu SD di Kecamatan Tawangsari, pihaknya mendapati kepala sekolah tidak berada di tempat meski sarana prasarana sekolah masih tergolong baik.
Penataan lingkungan dinilai perlu dioptimalkan.
“Kami rekomendasikan setiap Jumat tidak hanya olahraga, tapi juga Jumat Bersih. Ini melatih kepekaan anak terhadap lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, ditemukan musala yang sangat kotor dan menyatu dengan perpustakaan.
Pihaknya merekomendasikan pemindahan fungsi ruangan serta penguatan pendidikan keagamaan, seperti hafalan surat pendek bagi siswa Muslim di SD negeri.
“Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua bagi anak. Tempat yang nyaman, bersih, dan membentuk karakter,” katanya.
Baca juga: Alasan Sejumlah Guru SMP di Sukoharjo Bolos Mengajar, Sakit, Kontrol Kesehatan hingga Acara Keluarga
Bikin Duta Pelajar
Pemkab Sukoharjo juga menitikberatkan penguatan karakter siswa, menyikapi fenomena menurunnya unggah-ungguh, keberanian siswa terhadap guru, hingga kasus perundungan.
Sebagai upaya konkret, di tingkat SMP telah dibentuk Duta Pelajar yang menjadi representasi citra sekolah, baik secara akademik, sikap, maupun etika.
Program ini akan dilombakan dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, melibatkan sekolah negeri dan swasta.
“Nanti akan ada studi kasus, misalnya penanganan kawasan kumuh. Siswa diminta mencari solusi,” jelasnya.
Fasiltasi Siswa Putus Sekolah
Di sisi lain, Pemkab juga memberi perhatian pada pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menampung anak putus sekolah.
Di Mojolaban, terdapat PKBM yang bekerja sama dengan pondok pesantren dan menampung anak-anak dengan latar belakang khusus, termasuk mantan anak jalanan.
“PKBM ini memberi kesempatan mereka melanjutkan pendidikan melalui kejar paket A, B, dan C. Banyak yang berprestasi, bahkan ada yang lanjut kuliah dan bekerja di BUMN,” ungkapnya.
Ia menegaskan, lulusan kejar paket setara dengan pendidikan formal dan masyarakat tidak perlu minder.
Saat ini, di Kabupaten Sukoharjo terdapat 448 SD dan 78 SMP.
Ke depan, pemerintah daerah akan memprioritaskan pengembangan sekolah dasar unggulan.
Sekolah yang sulit berkembang akan dievaluasi, diregrup, atau dioptimalkan sesuai potensinya.
“Persaingan dengan sekolah swasta memang ada, tapi ini menjadi tantangan yang terus kami evaluasi,” pungkasnya.
Biodata
Nama: Havid Danang Purnomo Widodo
Tempat Tanggal Lahir: Sukoharjo, 07 November 1984
Riwayat Pendidikan:
SDN Gayam 1997
SMP 02 Sukoharjo 2000
SMAN 01 Nguter 2003
S1 Hukum Universitas Sebelas Maret 2007
S2 Magister Hukum UNSA 2012
Riwayat Pekerjaan:
THL radio RSPD Sukoharjo
PNS Satpol PP Sukoharjo
Bagian Humas Pemkab Sukoharjo
Bagian Pemerintahan Pemkab Sukoharjo
Lurah Gayam
Camat Sukoharjo
Kepala Dinas Pendidikan
(*)
wawancara eksklusif
Podcast Tribun Solo
Havid Danang Purnomo Widodo
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo
Sukoharjo
Blusukan
Tenaga Harian Lepas
Duta Pelajar
| 5 Rekomendasi Resto Keluarga di Sukoharjo Jateng untuk Makan Malam, Suasana Syahdu dan Menunya Enak |
|
|---|
| Dua Mahasiswa Univet Bantara Sabet Medali Emas dalam Ajang Copa da Malasia 2026 |
|
|---|
| Kawasan Bebas Rokok Dinilai Efektif, DPRD Sukoharjo Siap Dukung Penguatan |
|
|---|
| Awas! Merokok di Sembarang Tempat di Sukoharjo Bakal Kena Denda Rp200 Ribu |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kabupaten Sukoharjo dan Sejarahnya, Ada Kisah Kiai Tohjoyo Usulkan Konsep Sukoraharjo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/havid-danang-camat.jpg)