Ramadan 2026

Nyadran Bawa Berkah, Penjual Bunga Tabur di Karanganyar Laris Manis, Setiap Hari Layani 25 Pembeli

Penjual mengaku rata-rata melayani sekitar 25 pembeli per hari dengan harga Rp5 ribu hingga Rp600 ribu.

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
BUNGA TABUR. Tjahjadi Widyawati (55) alias Ipung, melayani pembeli yang hendak membeli bunga tabur di lapaknya, Kamis (5/2/2026). Warga Dusun Papahan RT 08, RW 05, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar itu mengaku bulan ruwah membuat bunga taburnya laris manis 
Ringkasan Berita:
  • Tradisi Sadranan pada bulan ruwah meningkatkan penjualan bunga tabur di Kabupaten Karanganyar.
  • Penjual mengaku rata-rata melayani sekitar 25 pembeli per hari dengan harga Rp5 ribu hingga Rp600 ribu.
  • Pasokan bunga didatangkan dari Boyolali dan Semarang, dengan kebutuhan mencapai belasan kilogram menjelang Ramadan.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Memasuki bulan ruwah menjelang Ramadan, tradisi nyadran atau Sadranan membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga tabur di Kabupaten Karanganyar.

Permintaan bunga meningkat signifikan seiring banyaknya warga yang berziarah ke makam untuk mendoakan leluhur.

Salah satu penjual bunga tabur, Tjahjadi Widyawati (55), warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, mengaku penjualannya meningkat tajam selama bulan ruwah.

Perempuan yang akrab disapa Bu Ipung ini mengatakan jumlah pembeli jauh lebih banyak dibanding hari biasa.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Bikin Produksi Mawar Anjlok, Harga Bunga Tabur di Boyolali Jelang Ramadan Melonjak

“Jika dibandingkan hari biasa tidak ada yang beli, dan yang beli hanya beberapa orang, itupun keluarga yang sedang berduka,” kata Ipung saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (5/2/2026).

Ia menyebut, selama musim Sadranan, rata-rata sekitar 25 orang per hari datang membeli bunga tabur di lapaknya.

Harga bunga yang dijual pun bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung kebutuhan pembeli.

Datangkan Bunga dari Luar Daerah 

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Ipung mendatangkan pasokan bunga dari luar daerah, yakni dari Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dan Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

“Setiap tahun, kalau H-4 bulan Ramadhan, bunga habis, kami habisnya 3 hingga 4 petok, 1 petok ada sekitar 3 sampai 4 kioogram,” kata dia.

Lonjakan permintaan bunga tabur ini biasanya terjadi beberapa hari menjelang Ramadan, seiring meningkatnya aktivitas ziarah warga di berbagai tempat pemakaman di Karanganyar.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved