Fakta Menarik Tentang Sragen
Mitos Gunung Kemukus di Sragen : Ini Legenda Pangeran Samudro & Nyai Ontrowulan yang Sebenarnya
Sejak Oktober 2020, kawasan ini dirombak total dengan dana Rp 48 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Gunung Kemukus di Sragen lama dikenal dengan stigma ritual seks bebas akibat mitos “ngalap berkah”, namun sejak 2020 kawasan ini direvitalisasi total dengan dana Rp48 miliar.
- Gunung Kemukus menyimpan sejarah Pangeran Samudro yang kerap disalahartikan hingga melahirkan distorsi sejarah dan praktik menyimpang.
- Kini Gunung Kemukus hadir sebagai destinasi wisata ziarah dan keluarga, dengan penataan ulang kawasan, penghapusan bangunan liar, serta konsep religi, edukasi, dan rekreasi.
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Objek wisata Gunung Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, selama bertahun-tahun lekat dengan stigma ritual seks bebas.
Lokasi Gunung Kemukus ini berjarak 28 kilometer dari Pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam kendaraan pribadi.
Namun citra Gunung Kemukus tersebut kini perlahan ditinggalkan.
Sejak Oktober 2020, kawasan ini dirombak total dengan dana Rp 48 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR.
Baca juga: Mitos Bukit Mongkrang di Karanganyar, Kisah Prabu Brawijaya Bertapa dan Jejak Naga
Transformasi ini menjadi penanda perubahan besar Gunung Kemukus, dari lokasi yang sarat kontroversi menjadi destinasi wisata ziarah dan keluarga.
Mengenal Gunung Kemukus
Secara geografis, Gunung Kemukus sejatinya lebih tepat disebut bukit.
Ketinggiannya hanya sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikelilingi hamparan Waduk Kedung Ombo.
Meski demikian, kawasan seluas kurang lebih 421 hektare ini menyimpan sejarah dan legenda panjang.
Di puncak bukit terdapat makam Pangeran Samudro, Dewi Ontrowulan, serta para pengikutnya.
Lokasi inilah yang sejak lama menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah.
Baca juga: Menilik Mitos di Deles Indah Klaten dan Hal-hal yang Tak Boleh Dilakukan di Lereng Gunung Merapi
Gunung Kemukus dan Stigma Ritual Seks
Pada masa lalu, Gunung Kemukus dikenal luas bukan karena panorama alamnya, melainkan karena mitos ritual “ngalap berkah”.
Banyak pengunjung datang dengan keyakinan bahwa ritual tertentu dapat mendatangkan keberuntungan, penglarisan usaha, hingga kekayaan.
Salah satu mitos paling kontroversial menyebutkan bahwa ritual harus dilakukan dengan berhubungan seksual bersama pasangan yang bukan suami atau istri sebanyak tujuh kali dalam kurun 35 hari, bertepatan dengan malam Jumat Kliwon atau Jumat Pon.
Mitos inilah yang kemudian memicu tumbuh suburnya praktik prostitusi di sekitar kawasan makam.
Akar Mitos Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan
| Asal-usul Nama Desa Kalimacan Sragen : Ada Legenda Macan Buruan Demang Pakubuwono III Mati |
|
|---|
| Tak Ada yang Berani Menebang, Kisah Misteri Pohon Asam Tua di Punden Keramat Sragen |
|
|---|
| Viral Warung Madura Sragen Tetap Buka saat Hajatan, Ada Histori Kenapa Toko Kelontong Ini Anti Tutup |
|
|---|
| Sejarah Gading Gajah Purba Jadi Ikon Kabupaten Sragen, Ada Kaitannya dengan Penemuan Fosil |
|
|---|
| Kisah Tentang Makam Ki Ageng Butuh di Sragen, Dipercaya Ada Pusara Joko Tingkir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-Gunung-Kemukus-yang-sudah-ditata-dan-menjaaa.jpg)