Kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor

Kaget Bayar Pajak Motor Capai Rp 375 Ribu, Warga Karanganyar Mengeluh

Warga Karanganyar mengeluhkan naiknya pajak kendaraan. Mereka merasa keberatan dengan naiknya pajak ini.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
BAYAR PAJAK. Suasana kantor Samsat Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jum'at (13/2/2026). Warga mengeluhkan kenaikan pajak di Jawa Tengah. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Karanganyar bernama Yudi (29) mengeluhkan kenaikan pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah setelah membayar pajak lima tahunan motor Honda Beat 2016 sebesar Rp 375 ribu.
  •  Ia mengaku kaget karena nominal tersebut lebih tinggi dibanding sebelumnya, bahkan pajak tahunan tahun lalu sekitar Rp 200 ribu termasuk opsen.
  • Kenaikan pajak dinilai memberatkan karena terjadi saat gaji stagnan dan harga kebutuhan pokok meningkat.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kenaikan pajak kendaraan bermotor di wilayah Provinsi Jawa Tengah dikeluhkan warga Karanganyar.

Salah satunya Yudi (29), warga Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Kepada TribunSolo.com, Yudi mengaku membayar pajak lima tahunan motor Honda Beat tahun 2016 miliknya sebesar Rp 375 ribu.

"Tadi saya bayar pajak lima tahunan motor saya cukup banyak, sekitar Rp 375 ribu. Pajak tahunan kemarin Rp 200 ribu termasuk opsen," kata Yudi usai melakukan pembayaran pajak di Kantor Samsat Karanganyar, Jumat (13/2/2026).

Yudi merasa kaget dengan pajak yang harus dibayarkan.

Baca juga: Pajak Kendaraan Naik, Sejumlah Warga Boyolali Pilih Tunggu Pemutihan

Meski tidak menyebut nominal pasti, dia menyebut pajak lima tahunan yang dibayar jauh lebih mahal dibanding sebelumnya.

"Saya kaget dengan pajak yang harus dibayarkan, lebih mahal dibanding pajak lima tahunan sebelumnya," kata Yudi.

Dia mengaku pajak motor yang ditanggung dinilai cukup memberatkan.

Pasalnya, kenaikan pajak kendaraan terjadi saat kondisi gaji yang stagnan dan harga sembako mengalami kenaikan.

"Dampaknya terasa, dengan naiknya pajak kendaraan, uang belanja sehari-hari terasa semakin berkurang. Sedangkan motor ini digunakan sebagai sarana saya bekerja untuk menghidupi keluarga," kata dia. 

Kondisi yang Sama di Daerah Lain

Keluhan soal pajak motor di Jawa Tengah muncul. 

Kali ini datang dari wajib pajak asal Boyolali. 

Adalah Tugiman, warga Kecamatan Ngemplak yang kaget dengan pajak sepeda motornya. 

Dia tampak lemas saat keluar dari kantor Samsat, Jumat (13/2/2026). 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved