Ramadhan 2026

Hujan dan Cuaca Ekstrem Picu Jalan Rusak, Perbaikan Jalur Mudik di Solo Raya Dikebut

Cuaca ekstrem dan hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas jalan menjelang arus mudik Lebaran.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
CUACA ESKTREM : Ilustrasi hujan deras di Wonogiri, belum lama ini. Cuaca ekstrem dan hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas jalan menjelang arus mudik Lebaran. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyoroti kondisi tersebut sebagai pemicu utama kerusakan jalan, terutama munculnya lubang yang berpotensi membahayakan keselamatan pemudik. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri PU menyoroti cuaca ekstrem dan hujan sebagai penyebab utama kerusakan jalan jelang mudik.
  • Pemerintah mengebut perbaikan jalan nasional dan tol dengan target bebas lubang H-7 Lebaran.
  • Selain patching jalan, posko istirahat ditambah untuk menjaga keselamatan pemudik.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Cuaca ekstrem dan hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas jalan menjelang arus mudik Lebaran.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyoroti kondisi tersebut sebagai pemicu utama kerusakan jalan, terutama munculnya lubang yang berpotensi membahayakan keselamatan pemudik.

KEBUT PERBAIKAN JALAN - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat ditemui di Bendungan Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2/2026). Dody membeberkan adanya target perbaikan kualitas jalan nasional dan tol menjelang arus mudik Lebaran tahun ini, termasuk di Solo Raya.
KEBUT PERBAIKAN JALAN - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat ditemui di Bendungan Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2/2026). Dody membeberkan adanya target perbaikan kualitas jalan nasional dan tol menjelang arus mudik Lebaran tahun ini, termasuk di Solo Raya. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Menurutnya, evaluasi dari masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi acuan dalam mempersiapkan infrastruktur mudik Lebaran.

Ia menegaskan, kerusakan jalan akibat hujan menjadi persoalan terbesar yang perlu diantisipasi sejak dini.

"Masalah terbesar adalah jalan berlubang akibat cuaca dan hujan. Apa yang sudah kita kerjakan saat Nataru kemarin, kita tingkatkan lagi untuk persiapan Lebaran. Polanya mirip, namun untuk Lebaran ini kita akan lebih siaga," ungkap Dody, saat ditemui awak wartawan dalam kunjungan di Bendungan Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2/2026).

Targetkan Rampung H-7 Lebaran

Pemerintah pun mempercepat perbaikan kualitas jalan nasional dan jalan tol agar tetap layak dilalui saat puncak arus mudik.

Upaya patching atau penambalan jalan dikebut oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bersama pemerintah untuk memastikan jalur utama dalam kondisi optimal.

Dody memastikan kesiapan infrastruktur mudik tahun ini menjadi perhatian serius.

Ia menargetkan seluruh ruas jalan nasional maupun tol sudah bebas dari lubang paling lambat sepekan sebelum hari raya.

"Insyaallah, H-7 sesuai harapan saya, tidak ada lagi jalan yang bolong-bolong di jalan tol maupun jalan nasional secara nasional," kata Dody.

Baca juga: Di Karanganyar, Menteri PU Beberkan Target Jalan Nasional dan Tol Bebas Lubang H-7 Lebaran 2026

Selain fokus pada perbaikan fisik jalan, Kementerian Pekerjaan Umum juga berencana menambah jumlah posko terpadu di sepanjang jalur nasional.

Penambahan posko ini ditujukan untuk memberikan fasilitas istirahat yang memadai bagi para pemudik.

Dody mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara jika kondisi fisik sudah menurun selama perjalanan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved