Kenaikan Harga Sembako di Boyolali

Harga Daging Ayam di Boyolali 'Mahal', Pengusaha Kuliner Menjerit : Tak Bisa Cari Untung, Cuma Muter

Sri Widiyani, salah satu pedagang kuliner, mengaku hanya bisa memutar modal agar usahanya tetap berjalan.

TribunSolo.com/Tri Widodo
HARGA MASIH TINGGI - Ilustrasi pedagang daging ayam di Pasar Boyolali. Tingginya harga daging ayam di Pasar Pengging, Kabupaten Boyolali, membuat para pengusaha kuliner menjerit. Saat ini daging ayam dijual Rp40.000 per kilogram. 

Ringkasan Berita:
  • Harga daging sapi di Pasar Pengging bertahan Rp130.000/kg, ayam Rp40.000/kg, dan cabai rawit Rp90.000/kg jelang Ramadan.
  • Pembeli menurun, warga beralih ke potongan kecil, sementara pedagang kuliner kesulitan menjaga keuntungan.
  • Pelaku usaha hanya memutar modal karena harga bahan baku tinggi dan tak berani menaikkan harga jual.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tingginya harga daging ayam di Pasar Pengging, Kabupaten Boyolali, membuat para pengusaha kuliner menjerit.

Kondisi ini dipengaruhi belum beroperasinya sejumlah pelaku usaha kuliner secara penuh pada awal Ramadan.

Situasi tersebut membuat para pelaku usaha kuliner berada dalam posisi sulit.

Mereka tak leluasa menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan, namun di sisi lain margin keuntungan juga semakin menipis.

Baca juga: Imbas Harga Tembus Rp40 Ribu/kg, Daging Ayam yang Tak Terjual Sampai Harus Dimasukkan Lemari Es

Sri Widiyani, salah satu pedagang kuliner, mengaku hanya bisa memutar modal agar usahanya tetap berjalan.

Dalam sehari ia membutuhkan sekitar lima kilogram ayam lengkap dengan jeroan.

“Kalau mahal begini, enggak dapat sisa. Cuma buat muter saja,” keluhnya, Kamis (19/2/2026).

Pembeli Tak Pilih Dada atau Paha, Beralih ke Ceker dan Sayap

Saat ini daging ayam dijual Rp40.000 per kilogram.

Meski telah turun Rp2.000 dari harga sebelumnya Rp42.000 per kilogram, angka tersebut dinilai belum cukup untuk menenangkan pasar.

Arya, salah satu pedagang daging ayam, mengatakan harga sempat bertahan di level Rp42.000 selama dua pekan terakhir sebelum akhirnya turun tipis.

HARGA MEROKET - Lapak daging ayam milik Parmini (58) di Pasar Boyolali. Harga daging ayam mulai mengalami kenaikan memasuki bulan Ramadhan.
HARGA MEROKET - Lapak daging ayam milik Parmini (58) di Pasar Boyolali. Harga daging ayam mulai mengalami kenaikan memasuki bulan Ramadhan. (Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin)

“Sekarang stabil di Rp40.000. Kalau Rp42.000 pembeli sudah banyak yang mengeluh karena kemahalan,” ujarnya.

Di lapak ayam, suasana pasar terlihat tidak seramai biasanya.

Pembeli cenderung memilih potongan kecil seperti sayap, kepala, dan ceker, sementara potongan besar belum banyak terserap.

Tingginya Harga Kebutuhan Pokok

Harga kebutuhan pokok yang terus bertahan tinggi mulai menekan daya beli masyarakat.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved