Sritex Tutup Permanen
Besok! Refleksi Setahun PHK Massal Sritex, Eks Karyawan Bakal Gelar Aksi Doa Bersama
Buruh PT Sritex akan menggelar aksi damai setelah satu tahun PHK. Mereka berharap pesangon dan THR dapat dicairkan.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) akan menggelar doa bersama pada Sabtu (28/2/2026), tepat setahun setelah PHK massal 8.475 pekerja akibat kepailitan.
- Aksi diikuti sekitar 50 orang dengan agenda doa, pembacaan puisi, dan refleksi setahun PHK.
- Mereka mendesak kurator segera membayar pesangon dan THR serta meminta pemerintah mengawasi proses pemberesan aset.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tepat satu tahun setelah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa 8.475 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), para eks pekerja berencana menggelar aksi damai dengan doa bersama di depan gerbang pintu masuk perusahaan, Sabtu (28/2/2026).
Aksi tersebut digelar untuk mengenang satu tahun diberlakukannya PHK massal akibat pailitnya perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Kegiatan akan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan diperkirakan diikuti sekitar 50 orang, dengan kemungkinan jumlah peserta bertambah.
Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk refleksi sekaligus pengingat atas perjuangan para buruh yang hingga kini masih menanti kepastian hak-hak mereka.
“Acara besok ini adalah acara untuk memperingati satu tahun PHK PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang diberlakukan kepada kami. Kami hanya akan berkumpul sekitar 50 orang, tetapi ada kemungkinan bertambah di depan Sritex,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan tersebut.
“Pertama, doa bersama. Kedua, pembacaan puisi. Ketiga, pembacaan narasi refleksi setahun PHK,” kata Agus.
Berharap Pesangon dan THR Cair
Setelah rangkaian acara selesai, para peserta akan menuju sekretariat untuk melaksanakan buka puasa bersama sekaligus konsolidasi internal guna membahas rencana kegiatan pasca-Lebaran.
Agus menegaskan, doa bersama ini menjadi simbol harapan para eks karyawan agar hak-hak buruh dapat segera direalisasikan.
Mereka berharap kurator yang menangani proses kepailitan dapat segera membayarkan pesangon dan tunjangan hari raya (THR) yang hingga kini belum diterima.
Baca juga: Kurator Bantah Tudingan, Sebut Informasi Tak Tersampaikan ke Eks Karyawan Sritex Sukoharjo
“Kalau berbicara tentang hak buruh, itu yang kami utamakan. Dalam doa, kami meminta kepada kurator agar terbuka hatinya supaya bisa segera membayar pesangon dan THR kami,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendesak agar proses pemberesan kepailitan dipercepat hingga tahap pelelangan aset di balai lelang.
Mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat, serta hakim pengawas, benar-benar mengawasi kinerja kurator secara saksama.
“Kalau memang pemerintah mau turun tangan seperti yang sudah lama dibicarakan di media, ya segera supaya bisa selesai secepatnya. Harapan kami cuma satu, bagaimana pesangon dan THR bisa segera dicairkan,” pungkasnya. (*)
| Di Sukoharjo, Eks Buruh Bentangkan Spanduk "Setahun Sritex Tumbang, Setahun Hak Tak Kunjung Datang" |
|
|---|
| Kisah Eks Karyawan Sritex Sukoharjo, Usia Tak Muda Lagi, Kini Jualan Asongan Demi Bertahan Hidup |
|
|---|
| 50 Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Berdoa di Depan Pabrik Pasca Setahun di PHK, Tagih Pesangon dan Hak |
|
|---|
| Ketidakjelasan Pesangon Bikin Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Harus Jual Barang Berharga Hingga Motor |
|
|---|
| Eks Buruh Sritex Sukoharjo Sebut Kurator Tak Transparan, Bantah Ada Komunikasi Intens via Website |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/AKSI-DAMAI-Ribuan-orang-mantan-karyawan-PT-Sritex-menggelar-aksi-di-depan-kompleks-pabrik-Sritex.jpg)