Sritex Tutup Permanen

Besok! Refleksi Setahun PHK Massal Sritex, Eks Karyawan Bakal Gelar Aksi Doa Bersama

Buruh PT Sritex akan menggelar aksi damai setelah satu tahun PHK. Mereka berharap pesangon dan THR dapat dicairkan.

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
AKSI DAMAI - Ribuan orang mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar aksi damai di depan kompleks pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2025). Mereka menuntut kejelasan pembayaran pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum diterima hingga kini. 
Ringkasan Berita:
  • Eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) akan menggelar doa bersama pada Sabtu (28/2/2026), tepat setahun setelah PHK massal 8.475 pekerja akibat kepailitan.
  • Aksi diikuti sekitar 50 orang dengan agenda doa, pembacaan puisi, dan refleksi setahun PHK.
  • Mereka mendesak kurator segera membayar pesangon dan THR serta meminta pemerintah mengawasi proses pemberesan aset.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tepat satu tahun setelah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa 8.475 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), para eks pekerja berencana menggelar aksi damai dengan doa bersama di depan gerbang pintu masuk perusahaan, Sabtu (28/2/2026).

Aksi tersebut digelar untuk mengenang satu tahun diberlakukannya PHK massal akibat pailitnya perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Kegiatan akan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan diperkirakan diikuti sekitar 50 orang, dengan kemungkinan jumlah peserta bertambah.

Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk refleksi sekaligus pengingat atas perjuangan para buruh yang hingga kini masih menanti kepastian hak-hak mereka.

“Acara besok ini adalah acara untuk memperingati satu tahun PHK PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang diberlakukan kepada kami. Kami hanya akan berkumpul sekitar 50 orang, tetapi ada kemungkinan bertambah di depan Sritex,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan tersebut.

“Pertama, doa bersama. Kedua, pembacaan puisi. Ketiga, pembacaan narasi refleksi setahun PHK,” kata Agus.

TUNTUT HAK - Ribuan orang mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar aksi damai di depan kompleks pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2025). Mereka menuntut kejelasan pembayaran pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum diterima hingga kini.
TUNTUT HAK - Ribuan orang mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar aksi damai di depan kompleks pabrik Sritex, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/11/2025). Mereka menuntut kejelasan pembayaran pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang belum diterima hingga kini. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Berharap Pesangon dan THR Cair

Setelah rangkaian acara selesai, para peserta akan menuju sekretariat untuk melaksanakan buka puasa bersama sekaligus konsolidasi internal guna membahas rencana kegiatan pasca-Lebaran.

Agus menegaskan, doa bersama ini menjadi simbol harapan para eks karyawan agar hak-hak buruh dapat segera direalisasikan.

Mereka berharap kurator yang menangani proses kepailitan dapat segera membayarkan pesangon dan tunjangan hari raya (THR) yang hingga kini belum diterima.

Baca juga: Kurator Bantah Tudingan, Sebut Informasi Tak Tersampaikan ke Eks Karyawan Sritex Sukoharjo

“Kalau berbicara tentang hak buruh, itu yang kami utamakan. Dalam doa, kami meminta kepada kurator agar terbuka hatinya supaya bisa segera membayar pesangon dan THR kami,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak agar proses pemberesan kepailitan dipercepat hingga tahap pelelangan aset di balai lelang.

Mereka meminta pemerintah daerah maupun pusat, serta hakim pengawas, benar-benar mengawasi kinerja kurator secara saksama.

“Kalau memang pemerintah mau turun tangan seperti yang sudah lama dibicarakan di media, ya segera supaya bisa selesai secepatnya. Harapan kami cuma satu, bagaimana pesangon dan THR bisa segera dicairkan,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved