Sritex Tutup Permanen
Bocoran Pesangon Eks Karyawan Sritex Sukoharjo, Aria Bima Sebut Sudah Ada Progres
Aria Bima menyebut pesangon eks buruh PT.Sritex kemungkinan bisa cair tahun ini.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Ketua DPC PDIP Solo sekaligus Anggota DPR RI Aria Bima memberi bocoran bahwa pesangon eks buruh PT Sritex Sukoharjo berpeluang cair pada 2026. Ia menyebut saat ini sudah ada progres terkait penyelesaiannya.
- Aria Bima mengaku memiliki “utang” kepada ribuan eks pekerja Sritex untuk membantu mempercepat pencairan pesangon mereka setelah terkena PHK.
- Menurut Aria Bima, proses pencairan pesangon berkaitan dengan penyelesaian penjualan aset PT Sritex yang saat ini masih berlangsung.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima, memberikan bocoran soal pesangon eks buruh PT Sritex Sukoharjo.
Ia mengatakan kemungkinan pesangon tersebut bisa cair tahun ini.
"Ada progres, insyaallah di 2026 ini bisa selesai," pungkasnya, Minggu (3/5/2026) siang.
Hal itu diungkapkan Aria Bima di sela kegiatan diskusi bertema Hari Buruh yang digelar oleh DPC PDIP Solo di Pasar Legi.
Aria Bima menyebut, soal pesangon ini, dirinya memiliki utang kepada ribuan buruh eks pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex).
Hal itu terkait upayanya untuk mempercepat pencairan pesangon mereka.
Ditemui usai acara, Aria Bima menerangkan bahwa dirinya sempat menemui 8 ribuan buruh tersebut beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, Aria Bima mengatakan akan mengupayakan agar pesangon mereka segera bisa terealisasi.
"Saya pernah datang ke teman-teman buruh Sritex dan memitigasi hal-hal apa saja yang harus diselesaikan dan dititipkan ke saya. Ini kan persoalan bagaimana penjualan aset ini segera diselesaikan," ungkap Aria Bima.
Membantu Agar Aset Segera Laku
Aria Bima mengatakan bahwa ia memiliki utang untuk ikut membantu agar aset-aset PT Sritex segera laku dan bisa digunakan untuk membayar pesangon para eks pekerja.
"Saya harus ngomong di luar karena ini dibutuhkan kepastian kapan segera selesai untuk penjualan-penjualan aset yang ada supaya 8 ribu lebih buruh eks Sritex ini bisa mendapatkan pesangon," lanjutnya.
Namun demikian, Aria Bima mengaku enggan menyebutkan bagaimana dirinya mendorong agar aset-aset milik PT Sritex bisa segera terjual.
Baca juga: Aria Bima di Solo Usul Negara dan Perusahaan Biayai Rekreasi Buruh: Satu Bus ke Tawangmangu Gitu Lho
"Saya tidak perlu menceritakan situasi negosiasi antar kepentingan kapital dan BUMN ini seperti apa. Tapi relatif lebih maju," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, usai terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), setidaknya kurang lebih 8 ribuan eks pekerja PT Sritex Sukoharjo belum juga menerima pesangon sampai saat ini.
Bahkan beberapa kali para eks pekerja pun menanyakan nasib dan hak mereka kepada pihak perusahaan maupun kurator yang kini mengelola aset PT Sritex. (*)
| Di Solo, Aria Bima Akui Punya Utang ke Eks Buruh Sritex, Pesangon Ditarget Cair Tahun Ini |
|
|---|
| Aset Transportasi Sritex Sukoharjo Sudah Dua Kali Dilelang, Hasilnya Belum Optimal |
|
|---|
| Eks Buruh Sritex Sukoharjo Desak Percepatan Penjualan Aset Agar Pesangon Rp248 Miliar Segera Dibayar |
|
|---|
| 8.475 eks Buruh Sritex Sukoharjo Cemas, Pesangon dan THR Total Rp248 Miliar Tak Kunjung Dibayar |
|
|---|
| Eks Karyawan Tak Peduli Kasus Hukum Bos Sritex Sukoharjo, Lebih Pikirkan soal Kurator Urus Pesangon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/50-orang-yang-tergabung-dalam-Solidaritas-Eks-Karyawan-Sritex-menggelar-aksi-doa-bersama.jpg)