Orang Hilang di Boyolali

Pipa Air Hancur Diterjang Banjir Lahar Dingin Merapi, Warga Selo Boyolali Andalkan Stok Air Tersisa

Selama ini, masyarakat menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari sumber mata air di Sungai Apu. 

TribunSolo.com/Tri Widodo
PERBAIKAN. Warga gotong royong memperbaiki pipa-pipa yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin Merapi di Kali Apu, Kecamatan Selo, Rabu (4/2/2026). Warga mengandalkan air dari aliran tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir lahar dingin Gunung Merapi merusak pipa air warga di Kali Apu, Kecamatan Selo, Boyolali.
  • Suplai air bersih ke sejumlah dukuh di Desa Klakah dan Tlogolele terhenti akibat pipa putus dan hanyut.
  • Warga bergotong royong memperbaiki jaringan, sementara stok air diperkirakan cukup hingga perbaikan selesai.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Warga Kecamatan Selo, Boyolali, kini mengandalkan stok air yang tersisa setelah jaringan pipa air bersih milik mereka hancur diterjang banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Pasokan air dari sumber mata air di Kali Apu terhenti total, memaksa warga bertahan sembari menunggu perbaikan rampung.

Selama ini, masyarakat menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari sumber mata air di Sungai Apu

Air tersebut dialirkan menggunakan pipa paralon menuju kampung-kampung, bahkan sebagian dimanfaatkan hingga wilayah Magelang.

GOTONG ROYONG. Warga memperbaiki pipa-pipa yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin Merapi di Kali Apu, Kecamatan Selo, Rabu (4/2/2026). Warga mengandalkan air dari aliran tersebut. (TribunSolo.com/Tri Widodo)
GOTONG ROYONG. Warga memperbaiki pipa-pipa yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin Merapi di Kali Apu, Kecamatan Selo, Rabu (4/2/2026). Warga mengandalkan air dari aliran tersebut. (TribunSolo.com/Tri Widodo) (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Namun derasnya banjir lahar yang membawa material batu dan pasir membuat pipa-pipa itu putus dan hanyut.

Kepala Desa Klakah, Marwoto, mengatakan dampak kerusakan ini dirasakan seluruh warga yang bergantung pada aliran tersebut.

"Di Desa Klakah ini ada beberapa Dukuh (yang mengambil air dari Sungai Apu) dan sampai saat ini belum hidup (air belum mengalir)," ujar Marwanto, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Hilang di Sungai Apu Boyolali, Perempuan Tuna Rungu Ditemukan Tewas 12 Kilometer dari Lokasi Hilang

Akibatnya, sejumlah dukuh belum kembali menikmati aliran air bersih.

Warga pun bergerak cepat melakukan gotong royong memperbaiki jaringan yang rusak.

Cadangan Air Tersisa untuk Sementara Waktu

Sekretaris Desa Tlogolele, Neigen Achtah Nur E Saputra, menyebut masyarakat masih memiliki cadangan air untuk sementara waktu.

"Saat ini masyarakat mulai perbaikan. Alhamdulillah kami masih punya stok air. Semoga tidak sampai tiga hari sudah selesai perbaikannya," tambahnya.

Baca juga: Sebelum Perempuan Tuna Rungu Hilang di Sungai Apu Boyolali, Terjadi Banjir Lahar Dingin 2 Kali

Sementara itu, petugas pengamatan Merapi, Yulianto, menjelaskan intensitas hujan di puncak gunung sangat tinggi sehingga memicu banjir lahar di berbagai lereng.

"Baik di lereng Utara, barat, lereng selatan semuanya terjadi di banjir lahar," jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved