Kebakaran di Wonogiri
Kandang Ayam di Slogohimo Wonogiri Terbakar: 7.000 Ekor Ayam Nyaris Terpanggang
Kebakaran kandang ayam terbakar di Wonogiri. Diduga api berasal dari blower yang teralu besar.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Sebuah kandang ayam milik Deni Budiharjo di Slogohimo terbakar Rabu (4/3/2026) dini hari, sekitar 7.000 ekor ayam terancam.
- Api diduga dipicu heater untuk menghangatkan anak ayam; blower terlalu besar membuat bara menyambar material kandang yang mudah terbakar.
- Pemadaman selesai pukul 06.00 WIB, sebagian besar ayam selamat; peternak diimbau lebih berhati-hati saat menggunakan alat pemanas.
Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sebuah kandang ayam milik warga di Kecamatan Slogohimo mengalami kebakaran pada Rabu (4/3/2026).
Koordinator Satpol PP dan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, menjelaskan peristiwa tersebut menimpa kandang ayam milik Deni Budiharjo, warga Jatirejo RT 02/RW 05, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo.
Ia menyebut laporan masuk ke Markas Damkar Wonogiri sekitar pukul 04.30 WIB.
Setelah diberi tahu pemilik kandang, pihaknya langsung menerjunkan personel.
“Ada enam personel yang kami kerahkan. Dua unit mobil pemadam langsung meluncur ke lokasi. Tim dipimpin Suswanto,” ujar Sriyanto.
Ia menjelaskan munculnya api diduga dipicu alat pemanas (heater) yang digunakan untuk menghangatkan anak ayam.
Pemanas tersebut diletakkan di dalam tong.
Bara Api Keluar dari Tong
Sayangnya, tiupan blower yang terlalu besar membuat bara api keluar dari tong dan menyambar material kandang yang mudah terbakar.
“Api cepat membesar karena material kandang mayoritas dari bahan mudah terbakar. Di dalam kandang terdapat sekitar 7.000 ekor ayam,” jelasnya.
Meski demikian, tak seluruh ayam mati terpanggang sebab api tak sampai merambat. Sebagian besar ayam masih selamat.
Baca juga: Kebakaran Gudang Rosok Klaten: Tumpukan Barang Mudah Terbakar Jadi Kendala Pemadaman
“Pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 06.00 WIB. Secara umum proses berjalan lancar, aman, dan terkendali,” kata Sriyanto.
Sriyanto mengimbau para peternak agar lebih berhati-hati dalam penggunaan alat pemanas, terutama saat cuaca dingin pada dini hari.
Terlebih, belum lama ini kejadian serupa menimpa kandang ayam di Girimarto.
“Pastikan instalasi aman dan pengawasan dilakukan secara berkala agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (*)
| Kronologi Kebakaran Rumah di Wonogiri, Korban Lihat Asap saat Membersihkan Rumput |
|
|---|
| Gegara Lupa Padamkan Tungku Setelah Masak Air, Rumah Warga Ngadirojo Wonogiri Dilalap Api |
|
|---|
| Lupa Matikan Tungku Kayu Bakar, Rumah di Batuwarno Wonogiri Terbakar, Kerugian Capai Rp 40 Juta |
|
|---|
| Kebakaran Toko Material di Baturetno Wonogiri, Api Merembet dari Ledakan Warung Makan di Sebelahnya |
|
|---|
| Ditinggal ke Pasar, Dapur Rumah Warga Wonokarto Wonogiri Terbakar Diduga Korsleting Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kandang-ayam-wonogiri-34.jpg)