Kenali Ciri-ciri Campak, Dinkes Sukoharjo Wanti-wanti Penularan pada Anak
Orang tua diminta lebih peka dengan bahaya campak, sebab kini kasusnya sedang meningkat. Gejala disertai demam, batuk dan pilek.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak di tengah meningkatnya kasus di sejumlah daerah di Indonesia.
- Gejala awal campak antara lain demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul bintik merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke tubuh.
- Hingga kini belum ada laporan kasus campak di Sukoharjo. Namun DKK tetap menggencarkan imunisasi dan mengimbau warga segera memeriksakan diri jika mengalami gejala.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Masyarakat Kabupaten Sukoharjo diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit campak, terutama di tengah meningkatnya kasus di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain menjaga kesehatan, warga juga diimbau untuk mengenali gejala awal penyakit campak agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, menjelaskan campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar dengan sangat mudah melalui percikan batuk atau bersin dari penderita.
"Gejala awal penyakit campak biasanya diawali dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, dan mata merah. Setelah beberapa hari, akan muncul bintik-bintik merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya," ujar Tuti, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi campak, terutama apabila belum mendapatkan imunisasi.
Orang Dewasa Juga Bisa Terinfeksi
Namun demikian, orang dewasa juga bisa terinfeksi apabila belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala campak.
"Jika ada anggota keluarga yang diduga terinfeksi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke puskesmas atau dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat," terangnya.
Selain itu, warga juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menggunakan masker apabila sedang sakit.
Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada Gejala Awal Campak, Dinkes Sukoharjo: Lakukan Imunisasi Anak di Posyandu
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo hingga saat ini belum menerima laporan adanya kasus campak di wilayah Sukoharjo. Meski demikian, upaya pencegahan terus dilakukan secara aktif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan campak dan mengetahui gejala-gejala awalnya. Jika ditemukan gejala yang mengarah ke campak, segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” lanjutnya.
DKK Sukoharjo juga terus menggencarkan program imunisasi campak bagi anak-anak melalui posyandu, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
“Imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah campak. Karena itu kami mengimbau para orang tua memastikan anaknya mendapatkan imunisasi sesuai jadwal,” jelasnya.
Melalui upaya pencegahan dan deteksi dini tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap masyarakat dapat terhindar dari penularan campak meskipun kasus penyakit tersebut tengah meningkat di sejumlah daerah di Indonesia. (*)
| SDN Kwarasan 02 Sukoharjo Sepi Peminat, Persaingan dengan Sekolah Negeri Solo Jadi Faktor Penyebab |
|
|---|
| Daftar Enam SD Negeri di Sukoharjo yang Sepi Peminat, Belum Ada Pendaftar di SPMB 2026 |
|
|---|
| Sekolah Negeri Masih Sepi Pendaftar, Gelombang Dua SPMB Online SD Sukoharjo Buka hingga 10 Juni 2026 |
|
|---|
| Disdikbud Sukoharjo Sebut Minimnya Sosialisasi Jadi Penyebab 6 SD Negeri Sepi Peminat |
|
|---|
| 6 SD Negeri di Sukoharjo Sepi Peminat pada SPMB 2026, Belum Ada Pendaftar Sama Sekali! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kepala-DKK-Sukoharjo-Tri-Tuti-Rahayu-saat-ditemui-di-Kantor-Dinas-Kesehatan-Sukoharjo.jpg)