Breaking News

Kecelakaan di Karanganyar

Dicari! Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan 2 Warga Karanganyar, Rekaman CCTV Jadi Kunci

Polisi buru pelaku tabrak lari Karanganyar yang menewaskan dua warga di Papahan, CCTV diperiksa untuk identifikasi kendaraan pelaku

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Istimewa
TABRAK LARI - Tangkapan layar video detik-detik Suzuki Smash ditabrak kendaraan dari belakang hingga tewas di jalan Lawu , tepatnya di depan SPBU Papahan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Senin (16/3/2026). Polisi tengah mengejar pelaku tabrak lari. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi Karanganyar buru pelaku tabrak lari yang menewaskan dua warga di depan SPBU Papahan, Tasikmadu
  • Rekaman CCTV diperiksa untuk identifikasi plat nomor kendaraan pelaku yang melaju tinggi
  • Warga desak pelaku bertanggung jawab, korban dikenal dekat masyarakat dan hendak ke Solo membeli buah

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Polisi tengah mengejar pelaku tabrak lari yang menabrak pengendara dan penumpang motor Suzuki Smash di Jalan Lawu, tepatnya di depan SPBU Papahan, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Senin (16/3/2026).

Untuk mengungkap identitas kendaraan pelaku, aparat kepolisian kini memeriksa rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Polisi Periksa CCTV untuk Identifikasi Pelaku

Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Faham R, mewakili Kasatlantas AKP Agista Ryan Mulyanto, mengatakan pemeriksaan CCTV bertujuan mengetahui plat nomor kendaraan yang menabrak dua warga Kelurahan Jungke hingga tewas.

"Kami masih mencari rekaman CCTV yang dapat memperlihatkan plat nomor kendaraan pelaku dengan jelas," ujar Faham, Selasa (17/3/2026).

RUMAH DUKA - Suasana salah satu rumah duka korban tabrak lari di depan SPBU Papahan, di RW 7, Lingkungan Padangan, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (16/3/2026). Dua pria asal Kabupaten Karanganyar meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Solo–Tawangmangu.
RUMAH DUKA - Suasana salah satu rumah duka korban tabrak lari di depan SPBU Papahan, di RW 7, Lingkungan Padangan, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Senin (16/3/2026). Dua pria asal Kabupaten Karanganyar meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Solo–Tawangmangu. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Meski begitu, sejauh ini polisi belum berhasil mengidentifikasi plat nomor kendaraan pelaku.

Namun, upaya pengejaran terus dilakukan.

"Dari hasil pengecekan rekaman CCTV yang ada saat ini belum dapat menunjukkan plat nomor secara jelas, terutama dari lokasi kejadian ke arah barat, namun kami berupaya untuk mengejar pelaku," tambah Faham.

Kendaraan Pelaku Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Berdasarkan pengamatan dari rekaman CCTV di sekitar SPBU Papahan, kendaraan yang menabrak motor Suzuki Smash tampak melaju dengan kecepatan tinggi.

Meski begitu, pihak kepolisian belum bisa memastikan kecepatan tepatnya saat menabrak korban.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat mobil pelaku berwarna hitam menyeret pengendara motor.

"Berdasarkan pengamatan dari rekaman CCTV di SPBU Papahan, kendaraan pelaku melaju dengan kencang, namun kami tidak tahu berapa kecepatan yang dilakukan penabrak, dan hingga saat ini, pelaku belum menyerahkan diri," kata Faham.

Baca juga: Nasib Tragis 2 Korban Tewas Tabrak Lari di Karanganyar : Niat Beli Buah, Berakhir Seliang Lahat

Warga Desak Pelaku Bertanggung Jawab

Ketua RW 07, Wardiyanto, berharap pelaku segera ditangkap dan bertanggung jawab atas kematian kedua warganya.

"Pelaku harus ditemukan dan bertanggung jawab atas perbuatannya yang membuat warga saya meninggal dunia dan pelaku dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Wardiyanto.

Dari keterangan keluarga, korban hendak menuju Solo menggunakan motor Suzuki Smash untuk membeli buah-buahan.

"Saya dengar mau beli buah ke arah Solo atau Sukoharjo, namun tepatnya dimana saya kurang tahu. Kami juga terkejut dan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya," kata Wardiyanto.

Kedua korban dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki ibadah yang baik.

Mereka merupakan warga RW 7, masing-masing di RT 1 dan RT 3.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved