Oleh oleh Khas Klaten

Menilik Proses Pembuatan Semprongan di Desa Sidowayah Klaten, Jadi Satu-satunya di Desa

Bahan-bahan yang digunakan tergolong sederhana, yakni gula, tepung beras, tepung terigu, santan, susu kental manis, mentega atau minya

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Ibnu DT
Semprongan ini, menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi pemudik utamanya warga sekitar yang pulang merantau. 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Jika Anda sedang mencari makanan ringan khas untuk oleh-oleh Lebaran dari Kabupaten Klaten, kue jadul bernama semprongan bisa menjadi pilihan menarik.

Camilan tradisional ini tidak hanya menawarkan cita rasa manis dan renyah, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang ketelatenan dan warisan kuliner lokal.

Di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, semprongan dibuat secara turun-temurun oleh seorang perajin bernama Suharti (92).

Di usianya yang sudah lanjut, ia masih setia mempertahankan tradisi membuat kue khas tersebut, meski produksinya hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kalau ada pesanan saja. Tapi kalau bulan puasa, bikin setiap hari untuk persiapan Lebaran,” ujarnya.

Baca juga: Kini Jadi Oleh-oleh Khas Klaten, Roti Semir Ternyata Dulu Sering Dipakai Saat Acara Kematian

Dalam sehari, Suharti biasanya mengolah sekitar 3 kilogram adonan.

Bahan-bahan yang digunakan tergolong sederhana, yakni gula, tepung beras, tepung terigu, santan, susu kental manis, mentega atau minyak, serta tambahan aroma seperti pala atau vanili.

Semua bahan tersebut dicampur hingga menjadi adonan yang siap dicetak.

Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional.

Adonan diambil menggunakan sendok, lalu dituangkan ke dalam cetakan berbahan plat besi yang sudah dipanaskan di atas kompor.

Agar suhu tetap merata, cetakan sesekali dibalik. 

Setelah adonan matang, tipis, dan kering, semprongan kemudian diangkat dan dibentuk selagi masih panas.

Keahlian ini tidak banyak dimiliki warga lain.

Suharti bahkan menyebut dirinya sebagai satu-satunya pembuat semprongan di desanya.

Baca juga: Jelang Akhir Ramadhan 2026, Pengunjung Padati Klaten Townsquare, Berburu Pakaian Lebaran

“Di sini saja yang buat, yang lain tidak bisa,” katanya dengan logat Jawa.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved