Lebaran 2026

Meski Sudah Kantongi Data Astronomi, Observatorium Assalaam Tetap Pantau Hilal Sore Ini

Observatorium Assalaam Sukoharjo tetap akan melakukan pantauan hilal pada sore ini, meski mereka sudah memiliki data astronomi.

Tayang:
Dok. TribunSolo.com
ILUSTRASI. Pengamatan hilal di Ponpes Modern Assalam, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (1/4/2022) sore. Pengamatan hilal juga akan dilakukan pada Kamis (19/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Observatorium Assalaam Sukoharjo memprediksi Idulfitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
  • Data astronomi menunjukkan konjungsi terjadi 19 Maret 2026 pagi, dengan ketinggian hilal 2,38° saat matahari terbenam, menjadi dasar penentuan awal Syawal.
  • Pengamatan hilal dilakukan Kamis (19/3/2026) sore di Pabelan, Kartasura. Hasil rukyat akan melengkapi perhitungan sebelum penetapan resmi Idulfitri secara nasional.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Observatorium Assalaam Sukoharjo menyebut sudah memiliki data astronomi.

Data ini bisa menjadi dasar perhitungan awal bulan Syawal atau Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Pusat Astronomi Assalaam Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi, menyebut Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Namun, kepastian resmi masih menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

Dalam perhitungan penentuan 1 Syawal, ada kriteria yang digunakan.

Pantauan hilal yang dilakukan di Pusat Astronomi Pondok Pesantren Assalam Sukoharjo untuk menentukan 1 Ramadhan 1445 Hijriah, Minggu (10/3/2024).
ILUSTRASI. Pantauan hilal yang dilakukan di Pusat Astronomi Pondok Pesantren Assalam Sukoharjo untuk menentukan 1 Ramadhan 1445 Hijriah, Minggu (10/3/2024). (TribunSolo.com / Andreas Chris)

Perhitungan tersebut mengacu pada kriteria Pemerintah RI, yakni Neo-MABIMS 3-6-4 yang disepakati oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

“Mengacu pada kriteria Pemerintah RI yakni Neo-MABIMS 3-6-4 (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka awal Syawal 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan resmi menunggu pengumuman Menteri Agama RI dalam sidang isbat pada 19 Maret 2026 petang,” terangnya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah data astronomi yang menjadi dasar perhitungan awal bulan Syawal.

Konjungsi Bulan dan Matahari terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.26.02 WIB.

Sementara itu:

  • Matahari terbenam (sunset): pukul 17.48.17 WIB di arah 269,43°
  • Bulan (hilal) terbenam: pukul 17.57.38 WIB di arah 273,7°
  • Ketinggian Bulan saat sunset: 2,38°
  • Arah Bulan: 273,95°
  • Usia Bulan (hilal): 29 hari 9 jam 22 menit 15 detik
  • Jarak Bulan–Matahari: 5,55°

Data ini menunjukkan posisi hilal yang menjadi salah satu penentu masuknya awal bulan Syawal dalam kalender Hijriah.

Pengamatan Hilal Sore Ini

Untuk memastikan hasil perhitungan, Observatorium Assalaam juga akan melakukan pengamatan hilal pada hari yang sama.

Pengamatan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/3/2026) di Komplek Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, mulai pukul 17.00 hingga 18.30 WIB.

Baca juga: Terbuka Untuk Umum, Observatorium Assalaam Adakan Pemantauan Hilal Kamis 19 Maret, Mulai Jam 17.00

Meski perhitungan astronomi sudah mengarah pada tanggal tersebut, penetapan resmi Idulfitri tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Sidang ini menjadi acuan utama pemerintah dalam menetapkan awal bulan Syawal secara nasional, sehingga masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved