Lebaran 2026

Jualan 16 Jam Nonstop, Cilok Rp5 Ribuan Ini Jadi Incaran Pemudik Lepas Penat di Exit Tol Karanganyar

Harga yang ramah di kantong, mulai Rp5 ribuan, membuat siapa saja bisa menikmati camilan hangat tanpa berpikir panjang.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
BERKAH LEBARAN - Lapak Dagang Bakso Cilok Ayam milik Wulandari, di depan Indomaret Exit Tol Karanganyar, Rabu (25/3/2026). Dagangannya laris diburu pemudik. 

 

Ringkasan Berita:
  • Cilok Kraton di Exit Tol Karanganyar jadi incaran pemudik, harga mulai Rp5 ribu.
  • Penjualan naik drastis dari 10–15 kg menjadi 30–60 kg per hari saat Lebaran.
  • Lapak buka 16 jam, dikelola bergantian oleh Wulandari dan suaminya.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Aroma gurih cilok panas menyambut setiap kendaraan yang menepi di sekitar Exit Tol Karanganyar.

Di antara deru mesin dan langkah para pemudik yang lelah, gerobak sederhana bertuliskan “Cilok Kraton” milik Wulandari (36) justru menjadi tujuan kecil yang ditunggu-tunggu untuk mengisi perut sekedarnya dengan seporsi hangat seharga mulai Rp5 ribuan.

Ya, gerobak itu berlokasi di tepi jalan dekat Exit Tol Karanganyar dengan payung hijau yang mulai pudar sebagai penahan teriknya matahari.

Dari balik kaca etalase, butiran cilok putih dan gorengan tersusun rapi, sementara uap tipis dari panci kuah mengepul pelan.

Di sinilah para pemudik berhenti sejenak, mengisi tenaga sebelum kembali melanjutkan perjalanan panjang.

BERKAH LEBARAN. Lapak Dagang Bakso Cilok Ayam Wulandari, di depan Indomaret Exit Tol Karanganyar, Rabu (25/3/2026). Dagangannya laris diburu pemudik.
BERKAH LEBARAN. Lapak Dagang Bakso Cilok Ayam Wulandari, di depan Indomaret Exit Tol Karanganyar, Rabu (25/3/2026). Dagangannya laris diburu pemudik. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Di depan minimarket, tak jauh dari arus keluar tol, tangan-tangan Wulandari bergerak cepat.

Plastik bening diisi cilok, kuah dituangkan, sambal ditambahkan sesuai selera. Satu per satu pembeli datang.

Kebanyakan pemudik yang baru saja memarkir kendaraan, mencari camilan ringan sebelum melanjutkan perjalanan jauh.

Harga yang ramah di kantong, mulai Rp5 ribuan, membuat siapa saja bisa menikmati camilan hangat tanpa berpikir panjang.

“Alhamdulillah, ada perbedaan antara hari biasa dengan libur Lebaran,” kata Wulandari, Rabu (25/3/2026).

Penjualan Melonjak Drastis saat Lebaran

Ia merasakan betul perubahan ritme itu.

Pada hari biasa, dagangannya hanya menghabiskan 10 hingga 15 kilogram daging ayam.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved