Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Sate Kambing yang Populer di Solo Raya, Menu Favorit saat Idul Adha
Tidak hanya menjadi menu favorit keluarga, sate kambing juga telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner khas Solo dan sekitarnya.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Sate kambing menjadi kuliner khas Solo Raya, populer saat Idul Adha, dengan aroma bakar dan bumbu kecap yang kuat, simbol kebersamaan keluarga.
- Sejarahnya berakar dari tradisi memanggang daging prasejarah, diperkaya pengaruh Arab dan India, berkembang dari hidangan bangsawan Majapahit hingga kuliner rakyat di masa penjajahan.
- Solo terkenal dengan sate kambing khasnya, terutama di Pasar Kliwon; olahan kreatif lain seperti tengkleng juga lahir dari tradisi memanfaatkan daging kambing secara penuh.
TRIBUNSOLO. SOLO - Sate kambing menjadi salah satu kuliner paling populer di kawasan Solo Raya, terutama saat perayaan Idul Adha.
Aroma daging yang dibakar di atas bara arang berpadu dengan bumbu kecap dan irisan cabai rawit menghadirkan cita rasa khas yang selalu dirindukan masyarakat.
Tidak hanya menjadi menu favorit keluarga, sate kambing juga telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner khas Solo dan sekitarnya.
Baca juga: Makna Gunungan Jaler dan Estri di Grebeg Besar Idul Adha Keraton Solo, Bukan Prosesi Biasa
Sate kambing tidak hanya dikenal sebagai makanan khas daerah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan saat hari raya kurban.
Banyak keluarga memilih membakar sate bersama sebagai bagian dari tradisi berkumpul setelah pembagian daging kurban.
Jejak Awal Sate dari Tradisi Kuno
Banyak sejarawan meyakini bahwa sate berakar dari tradisi memanggang daging yang telah dikenal sejak masa prasejarah.
Masyarakat kuno menggunakan cara menusuk dan membakar daging sebagai metode sederhana untuk mengawetkan makanan sekaligus meningkatkan cita rasa.
Seiring perkembangan zaman, tradisi ini diperkaya oleh pengaruh budaya asing.
Sejumlah teori menyebutkan bahwa sate mendapat sentuhan dari kebiasaan memasak masyarakat Arab dan India yang telah lama mengenal teknik memanggang daging bertusuk.
Baca juga: Sejarah Lemet Singkong atau Utri, Jajanan Legendaris di Solo Raya Kini Mulai Langka
Pedagang Arab dan India yang datang ke Nusantara pada masa kerajaan Islam diyakini membawa tradisi tersebut, khususnya dalam pengolahan daging kambing.
Hal ini terlihat dari kemiripan sate dengan kuliner lain di dunia, seperti kebab dari Timur Tengah, shashlik dari Rusia, serta satay di Malaysia dan Singapura.
Sate pada Masa Kerajaan hingga Penjajahan
Di Indonesia, sate mulai dikenal luas pada masa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 hingga ke-15.
Saat itu, teknik memanggang daging sudah umum dikenal, namun sate masih menjadi hidangan kalangan bangsawan dan disajikan dalam upacara-upacara kerajaan.
Popularitas sate semakin meluas pada masa penjajahan Belanda.
| Fakta Menarik Klepon, Jajanan Pasar yang Populer di Solo, Dulu Jadi Jamuan Bangsawan Keraton |
|
|---|
| Sejarah Cenil, Jajanan Legendaris Khas Solo yang Sudah Ada Sejak Abad ke-18 |
|
|---|
| Fakta Menarik Tongseng : Bukan Kuliner Asli Solo, Justru Penjual Pertamanya Warga Klego Boyolali |
|
|---|
| Cerita Panjang Kenapa Orang Solo Raya Gemar Sarapan Pakai Bubur Ayam, Tradisi dari Tiongkok |
|
|---|
| Sejarah Sego Berkat, dari Hidangan Hajatan Menjelma jadi Kuliner Khas Wonogiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Satu-porsi-sate-kambing-Sadono-yang-sudah-ada-sejak-tahun-1998.jpg)