Bocah Tenggelam di Karanganyar

Bocah Diduga Tenggelam di Dam Colo Terlihat CCTV Warga saat Dini Hari, Sempat Dikira Hantu

Faiz (8) dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di sungai DAM Colo, Karanganyar; terakhir terlihat di CCTV dan oleh warga sekitar pukul 02.00 WIB.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
PENCARIAN - Proses pencarian bocah hilang. Seorang bocah berusia 8 tahun, Faiz Khourun Nizam, dilaporkan hilang pada Minggu (29/3/2026) dini hari dan diduga tenggelam di Sungai DAM Colo, Desa Nangsri, Karanganyar. 

Ringkasan Berita:
  • Bocah 8 tahun, Faiz Khourun Nizam, anak berkebutuhan khusus, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di sungai DAM Colo, Karanganyar; terakhir terlihat di CCTV dan oleh warga sekitar pukul 02.00 WIB.
  • Korban tinggal bersama ibu dan neneknya dengan pengawasan ketat, sementara ayahnya merantau; suka bermain air dan sering keluar rumah.
  • Keluarga dan warga membagi tim menyisir rumah, sawah, dan sungai 1–2 km, setelah menemukan celana korban di lokasi bermain.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Bocah 8 tahun yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di sungai DAM Colo, Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Minggu (29/3/2026) sempat terlihat oleh warga.

Ketua RT 2 RW 11 Dukuh Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar Muslih (43) menyebut korban terakhir terlihat saat melihat kamera CCTV milik warga sekira pukul 02.00 atau dini hari.

Selain itu, menurutnya ada warga yang melihat korban bernama Faiz (8) namun ketakutan karena mengira korban itu hantu.

"Saat itu korban terlihat di kamera CCTV pukul 02.00 WIB, dan ada warga yang melihat, tapi ketakutan karena mengira korban hantu, hingga perjalanan sampai rumah dengan motor warga itu ketakutan sampai rumah, sempat mengintip dan melihat korban itu melintasi rumahnya," kata dia, Senin (30/3/2026) kepada TribunSolo.com.

Baca juga: Terungkap, Bocah Hilang Diduga Tenggelam di Sungai DAM Colo Karanganyar Ternyata Berkebutuhan Khusus

Ia menyebut korban merupakan seorang anak berkebutuhan khusus yang suka dengan air.

"Anaknya berkebutuhan khusus (ABK), sangat aktif sekali dan yang paling disukai itu air," katanya.

Muslih mengatakan, sosok orangtua korban masing-masing ayahnya seorang pegawai di Provinsi Lampung, sementara ibunya seorang guru TK.

Ia mengatakan korban tinggal bersama ibu dan neneknya dengan pengawasan ketat.

"Tinggal di sini dengan ibu dan nenek, sedangkan ayah merantau di Lampung sebagai pegawai CPNS, dan pengawasan korban di rumah selalu terjaga dan ketat," kata dia.

Kronologi

Sebelumnya diketehui menghilang, korban berada di rumah dan disuruh tidur oleh neneknya sekira pukul 01.00.

Selang satu jam kemudian, sekira pukul 02.00 WIB, neneknya mengecek di kamar dan tidak menemukan korban.

"Korban disuruh tidur simbahnya, namun satu jam kemudian, simbahnya mengecek kamar korban, namun sudah tidak ditemukan keberadaannya dengan kondisi pintu depan rumah terbuka dan gemboknya juga tidak ada," kata Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved