Kuliner Klaten

Hanya Ada Setiap Kamis! Inilah Legondo, Jajanan Tradisional Klaten yang Wajib Dicoba

Legondo, jajanan tradisional Klaten dari beras ketan, hanya dijual tiap Kamis, kaya makna budaya

Tayang:
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
BIKIN LEGONDO - Proses pembuatan Legondo, belum lama ini. Legondo merupakan salah satu jajanan tradisional khas Klaten yang berasal dari Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari. 

Ringkasan Berita:
  • Legondo adalah jajanan tradisional khas Klaten dari beras ketan, hanya dijual setiap Kamis.
  • Dibuat dengan parutan kelapa, garam, dan dibungkus janur, legondo memiliki filosofi lega ning dada dan tekad kuat.
  • Legondo erat dengan sejarah Kyai Ageng Perwito, melambangkan niat, iman, dan budaya lokal Klaten.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Legondo merupakan salah satu jajanan tradisional khas Klaten yang berasal dari Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari.

Uniknya, makanan ini hanya bisa ditemui pada hari Kamis setiap minggunya, menjadikannya kuliner langka dan penuh nilai sejarah.

Sejarah dan Asal Usul Legondo

Salah satu warga yang masih aktif membuat Legondo adalah Menik. 

“Sudah turun-temurun ini, dari mbah dulu sudah jualan ini (Legondo)," ujarnya, belum lama ini.

LEGONDO KHAS KLATEN - Proses membuat Legondo di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
LEGONDO KHAS KLATEN - Proses membuat Legondo di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Makanan ini hanya bisa ditemui pada hari Kamis setiap minggunya, menjadikannya kuliner langka dan penuh nilai sejarah. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Menik menjelaskan bahwa Legondo terbuat dari olahan beras ketan yang dicampur parutan kelapa dan sedikit garam.

Makanan tradisional ini kemudian dibungkus menggunakan daun kelapa atau janur. Bungkus janur dibuat memanjang, berbeda dengan ketupat.

Proses Pembuatan Legondo

Sebelum diolah, beras ketan dicuci bersih, lalu dikeringkan terlebih dahulu.

“Ditutus atau dikeringkan dulu, sebelum lanjut dimasukkan ke dalam janur,” jelas Menik.

Setelah kering, parutan kelapa dan garam dicampur dan dimasukkan ke dalam janur.

Legondo kemudian direbus dalam air mendidih hingga matang.

Lama perebusan tergantung jumlah beras ketan yang dimasak. 

Untuk 10 kilo beras ketan, diperlukan sekitar enam jam merebus.

Setelah direbus, Legondo dikeringkan dan siap disantap.

LEGONDO - Kuliner Khas Kabupaten Klaten.
LEGONDO - Kuliner Khas Kabupaten Klaten. Legondo merupakan salah satu jajanan tradisional khas Klaten yang berasal dari Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari. (TribunSolo.com/Ibnu DT)

Menik menjual Legondo dengan sistem per ikat berisi 10 biji, seharga Rp 10 ribu per ikat.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved