Breaking News

Selebrasi Lokal 2026

Alasan Mayor Haristanto Pajang Bendera Peserta Piala Dunia, Ingin Branding Kota Solo

Pendiri Museum Titik Nol Pasoepati, Mayor Haristanto memasang bendera di depan museumnya. Ini untuk branding kota Solo.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
TEMPEL BENDERA. Penampakan 48 tim nasional peserta piala dunia dipajang di depan Museum Titik Nol Pasoepati di Jalan Kolonel Sugiyono nomor 37, Kampung Nayu Timur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (4/6/2026). Pemasangan bendera ini untuk memeriahkan Piala Dunia 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pendiri Museum Titik Nol Pasoepati, Mayor Haristanto, mengaku bangga menyambut Piala Dunia 2026 dengan memasang bendera negara peserta di kawasan museum.
  • Bendera-bendera peserta Piala Dunia akan dipajang selama turnamen berlangsung. 
  • Menurut Mayor, pemasangan bendera menjadi bentuk branding Kota Solo sebagai kota yang peduli dengan Piala Dunia. Ia menilai ajang sepak bola dunia itu selalu menghadirkan drama menarik meski Indonesia belum tampil sebagai peserta.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pendiri Museum Titik Nol Pasoepati, Mayor Haristanto mengaku ikut bangga dengan digelarnya piala dunia 2026 ini. 

Dia memiliki ide untuk memasang bendera peserta piala dunia.

Ia mengatakan bendera-bendera itu akan dipajang selama gelaran Piala Dunia berlangsung dan mengajak masyarakat untuk mengabadikan momen di depan karya tersebut.

Mayor menambahkan, selain menyambut Piala Dunia 2026, pemasangan bendera itu juga menjadi bentuk branding Kota Solo sebagai kota yang peduli dengan Piala Dunia.

"Piala Dunia tinggal menghitung hari meskipun Indonesia tidak terlibat, tidak masalah karena Piala Dunia akan memunculkan drama yang luar biasa," kata dia.

"Yuk kita rayakan Piala Dunia, ada 48 tim yang bertarung. Ini simbol negara, Indonesia bagian dunia, Solo bagian dunia, silakan selfie," ucap Mayor. 

PIALA DUNIA. Pendiri Pasoepati Mayor Haristanto, di depan Museum Titik Nol Pasoepati  di Jalan Kolonel Sugiyono nomor 37, Kampung Nayu Timur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (4/6/2026). Dia mengaku tidak mendukung tim manapun.
PIALA DUNIA. Pendiri Pasoepati Mayor Haristanto, di depan Museum Titik Nol Pasoepati di Jalan Kolonel Sugiyono nomor 37, Kampung Nayu Timur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (4/6/2026). Dia mengaku tidak mendukung tim manapun. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Dipasang Menggunakan Rangka Besi

Sebanyak 48 bendera peserta Piala Dunia 2026 dipasang di Museum Titik Nol Pasoepati di Jalan Kolonel Sugiyono Nomor 37, Kampung Nayu Timur, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (4/6/2026).

Pantauan TribunSolo.com di lokasi pada pukul 08.00 WIB, sejumlah bendera sudah terpasang di depan museum.

Terlihat bendera-bendera seperti Amerika Serikat, Meksiko, Argentina, Kroasia, Australia, Inggris, dan negara peserta Piala Dunia lainnya sudah terpajang di lokasi.

Bendera-bendera itu ditempel di tampah menggunakan staples.

Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026, 48 Bendera Peserta Dipajang di Museum Titik Nol Pasoepati Solo

Mayor Haristanto terlihat menyelesaikan pemasangan bendera yang belum ditempel menggunakan staples.

Bendera-bendera tersebut kemudian dipasang pada rangka besi dan diikat menggunakan kawat.

Saat ditemui wartawan, Mayor Haristanto mengaku telah merancang dan membuat instalasi tersebut sejak satu minggu lalu.

"Ini baru seminggu yang lalu, eksekusi. Proses seperti biasa, kita punya besi, tampah, kita eksekusi," kata Mayor Haristanto, Kamis (4/6/2026).

Mayor mengatakan pemasangan bendera peserta Piala Dunia 2026 ini dilakukan untuk menyambut pesta sepak bola dunia yang digelar empat tahun sekali. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved