Sampah Rumah Lansia Sragen

Mengenal Hoarding Disorder, Penyakit Tak Bisa Buang Barang yang Dialami Lansia Sragen, Simak Cirinya

Hoarding disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang membuat penderitanya kesulitan ekstrem untuk membuang barang.

|
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)
SULIT BUANG SAMPAH - Ilustrasi sampah berserakan di jalan. Tumpukan sampah menggunung ditemukan di dalam rumah SW, seorang lansia asal Kampung Mageru, RT 1 RW 1, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Kondisi yang dialami SW diduga merupakan bentuk hoarding disorder, yaitu gangguan kesehatan mental yang membuat penderitanya kesulitan ekstrem untuk membuang barang, termasuk benda yang sebenarnya tidak lagi memiliki nilai guna seperti sampah. 

Ringkasan Berita:
  • Lansia SW di Sragen menimbun sampah daun hingga menggunung dan menutup rumah selama bertahun-tahun; dibersihkan bersama instansi dan warga.
  • Kondisi diduga hoarding disorder, gangguan mental yang membuat penderita sulit membuang barang hingga mengganggu fungsi tempat tinggal.
  • SW dirujuk ke RSUD untuk pemeriksaan dan akan mendapat pendampingan Dinkes serta Dinsos.

 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Tumpukan sampah menggunung ditemukan di dalam rumah SW, seorang lansia asal Kampung Mageru, RT 1 RW 1, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.

Kondisi tersebut akhirnya dibersihkan secara gotong royong pada Kamis (2/4/2026) oleh berbagai pihak, mulai dari BPBD Kabupaten Sragen, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Puskesmas Karangmalang, FPRB Plumbungan, hingga warga sekitar.

Baca juga: Lansia Sragen yang Timbun Sampah di Rumahnya Alami Gangguan Mental, Sudah Dirujuk ke Rumah Sakit

Sampah yang menumpuk di rumah SW bukanlah sampah biasa. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro, menjelaskan bahwa tumpukan tersebut didominasi oleh sampah organik berupa daun kering yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Bahkan, tumpukan itu disebut telah memenuhi hampir seluruh bagian rumah hingga menutupi langit-langit.

“Daun-daun itu diikat dan disimpan di dalam rumah selama bertahun-tahun,” ujar Triyono Putro, Minggu (5/4/2026).

BERSIHKAN SAMPAH - Sebuah rumah milik lansia di Kabupaten Sragen dipenuhi tumpukan sampah hingga menggunung, Kamis (2/4/2026) lalu. Pembersihan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen menggunakan lebih dari satu truk untuk mengevakuasi sampah tersebut.
BERSIHKAN SAMPAH - Sebuah rumah milik lansia di Kabupaten Sragen dipenuhi tumpukan sampah hingga menggunung, Kamis (2/4/2026) lalu. Pembersihan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sragen menggunakan lebih dari satu truk untuk mengevakuasi sampah tersebut. (TribunSolo.com/Istimewa)

Gangguan Mental

Kondisi yang dialami SW diduga merupakan bentuk hoarding disorder, yaitu gangguan kesehatan mental yang membuat penderitanya kesulitan ekstrem untuk membuang barang, termasuk benda yang sebenarnya tidak lagi memiliki nilai guna seperti sampah.

Berbeda dengan hobi mengoleksi, hoarding disorder ditandai dengan penimbunan yang tidak terorganisir dan sering kali menimbulkan kecemasan berlebihan jika barang tersebut dibuang.

Dalam kasus SW, sampah daun yang dikumpulkan bukan hanya menumpuk, tetapi juga membuat rumah tidak lagi dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Ciri-ciri Hoarding Disorder

Beberapa tanda utama dari hoarding disorder antara lain:

  • Kesulitan membuang barang: Penderita merasa sangat berat atau cemas saat harus membuang benda, bahkan jika itu sudah rusak atau tidak berguna.
  • Penimbunan berlebihan: Barang menumpuk hingga memenuhi ruangan seperti kamar, dapur, atau kamar mandi.
  • Kecemasan tinggi: Muncul stres, marah, atau tertekan ketika orang lain mencoba menyentuh atau membuang barang.
  • Tidak terorganisir: Barang ditumpuk secara acak dan berantakan, bukan disusun rapi seperti koleksi pada umumnya.

Dampak pada Kesehatan dan Lingkungan

Penimbunan yang dilakukan SW tidak hanya berdampak pada kondisi rumah, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan.

Tumpukan sampah dapat menjadi sarang penyakit, meningkatkan risiko kebakaran, serta mengganggu hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, kondisi ini sering berkaitan dengan gangguan mental lain, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD), trauma masa lalu, atau faktor genetik.

Usai proses pembersihan rumah, SW langsung dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan Sragen.

Baca juga: Kala DLH Berjibaku Evakuasi Tumpukan Sampah Menggunung di Rumah Lansia Sragen, Kerahkan Dua Truk

Camat Karangmalang, Dani Wahyu Setiawan, menyampaikan bahwa langkah ini penting untuk memastikan kondisi fisik dan mental SW.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved